Pulang dari Eropa, Jokowi Akan Tingkatkan Tenaga Kerja
Selasa, 26 April 2016 - 06:10 WIB
Pulang dari Eropa, Jokowi Akan Tingkatkan Tenaga Kerja
A
A
A
JAKARTA - Selepas lawatan pekan kemarin ke empat negara Eropa: Inggris, Jerman, Belgia, dan Belanda, Presiden Joko Widodo memutuskan merehabilitasi Balai Latihan Kerja (BLK). Tujuannya agar mampu menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.
Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menuturkan, Kepala Negara memberikan arahan bahwa ke depan, negara yang akan memenangkan persaingan adalah yang memiliki keahlian. Karena itu, pemerintah akan mengubah sistem pendidikan di Tanah Air yang sebelumnya bersifat umum menjadi lebih bersifat kejuruan.
"Akan ada perubahan dalam sistem pendidikan kita yang sebelumnya bersifat umum ke sifat kejuruan. Karena itu BLK akan direhab," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Dia menuturkan, BLK nantinya akan diberikan kewenangan untuk menerbitkan sertifikasi dan kemudahan mendatangkan pelatih (trainer) dari luar negeri. Dengan begitu, tenaga kerja yang diciptakan juga akan lebih berkualitas.
"Sehingga gerakan untuk menciptakan tenaga kerja yang mempunyai skill ini akan secara masif dilakukan pemerintah," imbuh dia.
Selain itu, sambung Politisi PDI-Perjuangan ini, tenaga kerja yang akan dilatih juga berdasarkan kebutuhan negara. Nantinya, tenaga kerja harus memiliki kemampuan dasar bahasa Inggris dan bahasa lokal negara yang bersangkutan.
"Mereka harus bisa bahasa Inggris dan bahasa lokal yang bersangkutan, seperti bahasa Arab, India, China, dan lainnya. Terobosan ini akan dilakukan dengan mengubah sistem pendidikan," terangnya.
Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong menambahkan, perubahan sistem pendidikan di Tanah Air merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jerman. Fokus utama kerja sama di Jerman, sambung pria yang akrab disapa Tom ini, adalah kerja sama di bidang pelatihan vokasi kejuruan.
"Tindak lanjut kunjungan Presiden pekan lalu, meminta agar kita fokus dan konkret di negara tujuan. Yang sangat menonjol adalah kerja sama di bidang kejuruan vokasi menjadi fokus kerja sama dengan Jerman," pungkasnya.
Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menuturkan, Kepala Negara memberikan arahan bahwa ke depan, negara yang akan memenangkan persaingan adalah yang memiliki keahlian. Karena itu, pemerintah akan mengubah sistem pendidikan di Tanah Air yang sebelumnya bersifat umum menjadi lebih bersifat kejuruan.
"Akan ada perubahan dalam sistem pendidikan kita yang sebelumnya bersifat umum ke sifat kejuruan. Karena itu BLK akan direhab," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Dia menuturkan, BLK nantinya akan diberikan kewenangan untuk menerbitkan sertifikasi dan kemudahan mendatangkan pelatih (trainer) dari luar negeri. Dengan begitu, tenaga kerja yang diciptakan juga akan lebih berkualitas.
"Sehingga gerakan untuk menciptakan tenaga kerja yang mempunyai skill ini akan secara masif dilakukan pemerintah," imbuh dia.
Selain itu, sambung Politisi PDI-Perjuangan ini, tenaga kerja yang akan dilatih juga berdasarkan kebutuhan negara. Nantinya, tenaga kerja harus memiliki kemampuan dasar bahasa Inggris dan bahasa lokal negara yang bersangkutan.
"Mereka harus bisa bahasa Inggris dan bahasa lokal yang bersangkutan, seperti bahasa Arab, India, China, dan lainnya. Terobosan ini akan dilakukan dengan mengubah sistem pendidikan," terangnya.
Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong menambahkan, perubahan sistem pendidikan di Tanah Air merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jerman. Fokus utama kerja sama di Jerman, sambung pria yang akrab disapa Tom ini, adalah kerja sama di bidang pelatihan vokasi kejuruan.
"Tindak lanjut kunjungan Presiden pekan lalu, meminta agar kita fokus dan konkret di negara tujuan. Yang sangat menonjol adalah kerja sama di bidang kejuruan vokasi menjadi fokus kerja sama dengan Jerman," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :