Enam Bank Syariah Biayai Jalan Tol Soreang-Pasir Koja

Enam Bank Syariah Biayai Jalan Tol Soreang-Pasir Koja
Jalan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) menjadi proyek jalan tol pertama di Indonesia yang sepenuhnya dibiayai oleh bank syariah/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Enam bank umum syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) menyalurkan pembiayaan sindikasi pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) dengan total nilai sebesar Rp834 miliar. UUS Bank Jateng dan PT Bank Muamalat ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger, sedangkan bank syariah lainnya yang turut serta pada tahap awal adalah UUS BPD DIY, UUS BPD Sumut, UUS Sulselbar, dan UUS BPD Kalsel.

Direktur Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan, pembiayaan sindikasi yang disalurkan berakad murabahah dengan jangka waktu 14 tahun. Sindikasi pembiayaan jalan tol yang akan dikelola oleh PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) tersebut merupakan proyek jalan tol pertama di Indonesia yang sepenuhnya dibiayai oleh bank syariah.

Sementara Bank Muamalat dan bank-bank syariah anggota Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) itu mengikat pembiayaan dengan akad murabahah (jual-beli).

"Pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk nyata dukungan perbankan syariah terhadap program-program pemerintah, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan tol," ucapnya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Sindikasi di Jakarta.

Selain itu, pembiayaan sindikasi ini menurutnya juga merupakan bentuk sinyal kepada OJK bahwa Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) masih cukup solid untuk mendukung pertumbuhan masing-masing bank, terutama bank syariah.

"Partisipasi masing-masing UUS BPD akan semakin memperkuat kemampuan industri perbankan syariah dalam menyediakan dana untuk pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah," ungkap Hanna.

Diharapkan, pembangunan jalan tol ini akan memberikan dampak luas, terutama bagi perkembangan ekonomi. Selain mempunyai prospek ekonomi potensial di Indonesia, investasi pembangunan jalan tol juga menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah yaitu untuk mendukung konektivitas.

Dalam hal ini, imbuh dia, diperlukan adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah, Pelaku usaha (BUMN dan swasta) dan tentunya perbankan, agar dapat memberikan dampak positif yang lebih luas lagi, terutama bagi perkembangan ekonomi.

President Director Bank Muamalat Indonesia Endy Abdurrahman menuturkan, pembiayaan sindikasi ini menjadi tonggak awal dari kerjasama strategis dan berkesinambungan antara Bank Muamalat dan BPD syariah, yang dalam hal ini adalah BPD Jateng, BPD DIY, BPD Kalsel, BPD Sulselbar dan BPD Sumut.

Dia juga mengaku, di masa mendatang kontribusi perbankan syariah dalam penyediaan dana untuk infrastruktur ditargetkan akan semakin besar dan menyebar. Pihaknya pun optimistis dengan dilaksanakannya kerjasama sindikasi ini.

“Kami dan BPD UUS peserta sindikasi lainnya optimistis melihat potensi pembiayaan pembangunan jalan tol ini sebagai peluang untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perusahaan, serta untuk mendukung program pembangunan pemerintah," jelas Endy.

Kedepan, proyek pembangunan Jalan Tol Soroja diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah Soreang, Jawa Barat, serta dapat mendukung tujuan wisata alam dan agrowisata Kabupaten Bandung. Setelah pembiayaan sindikasi syariah untuk jalan tol Soroja ini, maka UUS BPD yang tergabung dalam ASBANDA memiliki komitmen untuk melanjutkan penyaluran pembiayaan kepada proyek-proyek infrastruktur yang lain.

Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan, sejumlah proyek pembangunan jalan tol, pembangkit listrik dan energy, bandara dan pelabuhan yang telah diprogramkan oleh pemerintah, saat ini telah masuk dalam processing-list untuk dibiayai oleh UUS-UUS BPD secara kolektif.

"Melalui langkah ini maka masyarakat dan bangsa Indonesia akan semakin merasakan manfaat nyata atas kontribusi industry perbankan syariah," tandasnya.


(akr)
dibaca 2.869x
Top