Tax Amnesty Bikin Sektor Properti Singapura Meriang

Tax Amnesty Bikin Sektor Properti Singapura Meriang
Dana repatriasi tax amnesty bisa membuat sektor properti Singapura kelabakan. (Foto: Ilustrasi/Sindonews)
A+ A-
JAKARTA - Indonesia Property Watch (IPW) menilai adanya program tax amnesty akan membuat Singapura panas-dingin. Terutama sektor properti mereka, karena dana repatriasi sebagian besar masuk ke properti dalam negeri.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, peserta tax amnesty nanti akan memilih menempatkan dananya ke sektor properti di Indonesia. Tidak lagi di Singapura.

"Dari sisi implementasi sudah kelihatan dampak (tax amnesty) psikologisnya. Memang Singapura tidak sampai bangkrut, cuma bikin mereka meriang," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Ali menambahkan pemerintah musti terus memberi insentif untuk mendorong sektor properti di Tanah Air, dan tidak hanya dengan tax amnesty. Meski pada dasarnya, sambung dia, program tax amnesty bisa berdampak langsung atau tidak langsung terhadap properti nasional. Dan bila berjalan dengan baik maka roda ekonomi akan berputar luar biasa.

Baca: IPW Prediksi Dana Repatriasi Tax Amnesty ke Properti Rp70 Triliun

"Dana-dana besar dari luar akan masuk ke sektor-sektor padat modal seperti pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu tujuan investasi. Di sektor properti sendiri dengan terbitnya PMK 122/2016, maka investasi boleh dilakukan di sektor properti dengan pembelian tanah dan atau bangunan," kata Ali.

Meski diakui, dampak tax amnesty sampai kuartal III/2016 belum terlalu terasa pada sektor properti. Karena semua masih menyibukkan diri untuk ikut program ini. Namun optimisme akan dirasakan mulai awal 2017, dimana pasar properti menengah atas akan kebanjiran permintaan.

"Bukan tanpa alasan, sampai 20 September 2016, deklarasi aset telah menembus angka psikologis Rp1,011 triliun. Dana repatriasi Rp55 triliun dan akan terus semakin bertambah," pungkasnya.


(ven)
dibaca 17.761x
Top