Pemangkasan Subsidi Listrik Tahun Depan Bisa Sehatkan Fiskal

Pemangkasan Subsidi Listrik Tahun Depan Bisa Sehatkan Fiskal
Pemangkasan subsidi listrik yang disepakati DPR dalam RAPBN 2017 disambut baik oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemangkasan subsidi listrik yang disepakati dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran (Banggar) DPR RI disambut baik oleh Bank Indonesia (BI). Gubernur BI Agus DW Martowardojo menilai pengurangan subsidi tersebut akan membuat fiskal Indonesia menjadi lebih sehat. 

"Pemangkasan ini akan membuat fiskal kita jadi lebih sehat. Penyesuaian subsidi listrik itu akan jadi lebih baik untuk fiskal kita," kata Agus di Gedung BI.

Sebagai informasi sebelumnya ditetapkan pagu subsidi listrik dalam RAPBN 2017 sebesar Rp44,98 triliun atau lebih rendah dari usulan awal Rp48,56 triliun. Subsidi listrik tersebut diberikan untuk 23,15 juta pelanggan kurang mampu dengan rincian sebanyak 19,1 juta merupakan pelanggan 450 VA dan 4,05 juta adalah pelanggan 900 VA.

Dia menambahkan pemangkasan subsidi listrik ini akan membuat harga administered price atau harga yang diatur pemerintah lebih sehat dan akan berimbas ke inflasi Indonesia yang jauh lebih terkendali.

"Inflasi kita jadi lebih stabil. Karena itu berarti, harga yang ada dari administrade price mencerminkan kondisi makro dan fiskal kita lebih sehat," tutup dia.

Selain itu, rapat Panja juga menyetujui penetapan subsidi elpiji tiga kilogram sebesar Rp20 triliun atau mengalami penurunan dari usulan awal dalam RAPBN 2017 sebesar Rp29 triliun.


(akr)
dibaca 3.105x
Top