Lowongan Kerja Sektor Keuangan Inggris Masih Jatuh Usai Brexit

Lowongan Kerja Sektor Keuangan Inggris Masih Jatuh Usai Brexit
Jumlah lowongan pekerjaan di sektor keuangan Inggris masih mengalami kejatuhan setelah Brexit menurut Institut Penelitian Kebijakan Publik (IPPR)/Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Jumlah lowongan pekerjaan di sektor keuangan Inggris berdasarkan penelitian terbaru masih mengalami kejatuhan lebih dari 10% setelah pemungutan suara Brexit yang menghasilkan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Ancaman kehilangan hak passport yang membebaskan perusahaan berdagang di UE tanpa perlu lisensi terpisah, diyakini memberikan efek.

Dilansir BBC, Jumat (23/9/2016) data pekerjaan baru pada sektor keuangan di Inggris terus mengalami penyusutan untuk Juli dan Agustus, seperti disampaikan oleh Institut Penelitian Kebijakan Publik (IPPR). Sementara Eurosceptics menerangkan Inggris diprediksi tidak akan terganggu apabila mengambil keputusan meninggalkan single market, meski ada beberapa pihak yang menyarankan tetap bertahan.

(Baca Juga: Imbas Brexit, Lowongan Kerja di Sektor Keuangan Inggris Anjlok 27%)

Jatuhnya jumlah lowongan pekerjaan setelah Brexit sangat mencolok, meski menurut IPPR tren tersebut telah terlihat dalam empat tahun belakangan. Penyusutan lowongan kerja di London sebesar 13,6%, termasuk beberapa bagian seperti administrator, manajer dan kepala eksekutif berdasarkan penelitian. Sedangkan untuk luar Ibukota ada penurunan 12,8% lowongan pekerjaan di daerah Timur, 11,4% di sebelah barat laut dan 11,2% pada Yorkshire dan Humber.

"Ini kejatuhan sektor terbesar, apalagi sektor keuangan sangat penting untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat luas. Perdana Menteri harus mengakhiri keraguan terkait apakah pemerintah akan tetap mengejar akses ke single markets dan hak passporting sebagai prioritas dalam negosiasi Brexit," paparnya.


(akr)
dibaca 4.542x
Top