alexa snippet

2 Tahun Jokowi-JK, Pembangunan Tol Laut Masih Kocar-kacir

2 Tahun Jokowi-JK, Pembangunan Tol Laut Masih Kocar-kacir
Perjalanan berombak pembangunan tol laut pemerintahan Jokowi-JK. Grafis/SINDOnews/Dok
A+ A-
SEBAGAI negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sudah semestinya menjadi bangsa maritim yang kuat dan sejahtera. Namun, pada kenyataannya masih jauh dari harapan. Ketimpangan pembangunan terjadi di mana-mana, terutama di pulau-pulau terluar.

Hal ini menjadi isu utama yang diangkat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sejak masa kampanye. Bahkan, kedua pasangan tersebut berambisi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang salah satunya diwujudkan melalui pembangunan tol laut.

Jokowi berharap melalui kebijakannya tersebut disparitas harga kebutuhan pokok antara Indonesia bagian barat dengan wilayah timur dapat dipangkas. Lantas, bagaimana nasib tol laut setelah Jokowi-JK berkuasa dua tahun?

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, saat ini pembangunan tol laut masih terus dikembangkan pemerintah. Hal tersebut dilakukan dengan membangun daerah penghubung (economic hub) baru agar kapal-kapal dapat berlayar.

Dia menjelaskan, economic hub yang dibangun akan disesuaikan dengan tingkat kekayaan daerah masing-masing. Saat ini, salah satu economic hub yang telah selesai dibangun berada di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selanjutnya, pemerintah akan membangun economic hub di sekitar Blok Masela, Maluku.

"Mungkin nanti pulau apa yang akan diputuskan untuk jadi economic hub. Karena kegiatan ekonomi di sana sangat besar," ujarnya di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017, Kemenko bidang Kemaritiman juga masih memasukkan anggaran untuk pengembangan tol laut. Salah satunya untuk pembangunan kapal feeder berukuran besar.

"Pendalaman alur juga akan kita lakukan, sehingga di pantai timur Sumatera itu kapal bisa masuk juga. Dengan demikian cost bisa lebih murah, termasuk di pantai barat Sumatera," terangnya.

Menurut Luhut, pembangunan tol laut telah membuat disparitas harga kebutuhan pokok di Indonesia timur dan barat semakin berkurang. Namun, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini tak memungkiri masih ada masalah-masalah dalam pengembangan tol laut ini.

"Tapi kalau dari hasil survei di lapangan kemajuan sangat signifikan. Dan itu bukan dari saya saja, tapi saya tanya juga di lapangan," katanya.

dibaca 9.381x
halaman ke-1 dari 4
loading gif
Top