alexa snippet

Kereta Tanpa Awak di Bandara Soekarno-Hatta Dimulai

Kereta Tanpa Awak di Bandara Soekarno-Hatta Dimulai
Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kereta tanpa awak pada 2017. Foto/Istimewa
A+ A-
TANGERANG - Google dan Tesla, dua perusahaan yang mengembangkan mobil tanpa awak untuk masyarakat dunia. Canggih? Tentu. Tapi sebentar lagi, hal serupa dapat kita jumpai di Indonesia. Ya, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah memulai pengerjaan kereta tanpa awak (Automated People Mover System/AMPS).

Pengerjaan tersebut sudah dimulai sejak September lalu. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan antara PT Len Industri dan PT Angkasa Pura II pada 1 September 2016.

Nilai investasi APMS yang akan selesai dikerjakan selama 300 hari mencapai Rp531 miliar. Dan akan digunakan di pintu gerbang Indonesia, yaitu Bandara Soekarno-Hatta.

Kelak, moda transportasi ini akan memutar ke seluruh terminal, mulai Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3 dan connecting building yang menjadi penghubung antar terminal dengan pusat perbelanjaan yang berada di tengah-tengah terminal.

"Kalau saat ini bisa dikatakan moda transportasi tersebut seperti shuttle bus. Ke depan itu tidak ada lagi, diganti menjadi APMS," terang Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan, Rabu (19/10/2016).

Panjang lintasan kereta tanpa awak adalah 2,98 kilometer dengan memiliki sistem teknologi sinyal modern atau dikenal dengan Communication Based Train Control (CBTC).

Proyek yang ditargetkan selesai medio 2017 itu, nantinya akan dilengkapi dengan dua trase atau rel serta lima shelter. Masing-masing shelter terdapat di Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3 serta di connecting building. “Khusus di Terminal 3 terdapat dua shelter, jadi total terdapat lima shelter,” tutur Wakan.

Pada saat pengoperasian nanti, akan ada tiga armada yang akan melayani penumpang. Masing-masing armada terdapat dua gerbong dengan kapasitas 176 penumpang per armada.

Menariknya, selain canggih juga ketepatan waktu. Penumpang dijanjikan tidak akan menunggu terlalu lama saat menunggu kereta tanpa awak itu, dengan tambahan view keindahan bandara.

“Kami atur setiap lima menit sekali, tetapi itu tergantung jumlah penumpang dengan melihat kebutuhan penumpang,” katanya.



(ven)
dibaca 16.286x
loading gif
Top