alexa snippet

BTPN Gelar Diskusi Laku Pandai di Bangka-Belitung

BTPN Gelar Diskusi Laku Pandai di Bangka-Belitung
BTPN bekerja sama KORAN SINDO dan SINDOnews hari ini menggelar diskusi bertema Laku Pandai: Akses Keuangan untuk Semua di Pangkalpinang, Provinsi Bangka-Belitung (Babel). Foto/SINDOnews
A+ A-
PANGKALPINANG - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) bekerja sama KORAN SINDO dan SINDOnews hari ini menggelar diskusi bertema "Laku Pandai: Akses Keuangan untuk Semua" di Pangkalpinang, Provinsi Bangka-Belitung (Babel). Di mana laku Pandai merupakan program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada akhir Maret 2015.
 
Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini, Analis Eksekutif Senior pada Grup Dukungan Strategis Dewan Komisioner OJK Ida Rumondang dan Marketing Head BTPN Wow! Luhur Budijarso. Peserta diskusi adalah para jurnalis dari berbagai media di Provinsi Babel.

Laku Pandai sendiri sejatinya terobosan bagi industri perbankan untuk menjangkau masyarakat di pelosok nusantara. Program ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi perbankan kepada masyarakat yang belum masuk ke dalam institusi keuangan formal namun di saat yang sama beban operasional bank menjadi lebih efisien karena tidak perlu membangun infrastruktur berupa kantor cabang.
 
Dalam program Laku Pandai, bank akan menunjuk agen di berbagai daerah. Agen dapat berbentuk warung maupun agen penjual pulsa sehingga jangkauannya lebih menyebar luas hingga daerah terpencil.

Dalam menjawab inovasi Laku Pandai, BTPN menggagas BTPN Wow!, layanan perbankan bagi mass market yang memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan bank untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok negeri.

BTPN Wow! lahir dari proses panjang, diawali dengan menjadi bagian dalam uji coba branchless banking yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) pada 2013. Hal ini merupakan langkah yang sangat penting karena dalam proses tersebut BTPN melihat secara langsung tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat untuk menabung di bank.



(dmd)
dibaca 4.247x
loading gif
Top