alexa snippet

Alokasi Belanja Infrastruktur Melonjak, Ini Kata Sri Mulyani

Alokasi Belanja Infrastruktur Melonjak, Ini Kata Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, peningkatan alokasi belanja infrastruktur merupakan upaya pemerintah untuk meredam gejolak ekonomi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, peningkatan alokasi belanja infrastruktur sebesar Rp387,3 triliun dalam APBN 2017 yang bertambah Rp40,8 triliun dibandingkan usulan sebelumnya merupakan upaya pemerintah untuk meredam gejolak ekonomi. Seperti diketahui pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja mensahkan APBN 2017 kemarin.

"Ini salah satu upaya kita untuk menangkal gejolak ekonomi yang sifatnya eksternal, dan berpotensi mempengaruhi ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan total anggaran belanja negara mencapai Rp2.080 triliun atau naik Rp10 triliun dari usulan semula Rp 2.070 triliun. Anggaran belanja itu terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.315 triliun dan transfer daerah Rp705 triliun, serta dana desa sebesar Rp60 triliun.

Khusus untuk belanja Pemerintah Pusat, terdiri dari belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 763 triliun, program belanja non kementerian dan lembaga sebesar Rp552 triliun. Sementara itu target pendapatan negara dalam APBN 2017 sebesar Rp1.750 triliun. Terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp 1.748 triliun dan penerimaan hibah Rp 1,3 triliun.

Dengan begitu maka defisit APBN 2017 mencapai Rp330 triliun, atau 2,41 persen terhadap PDB. Dia menambahkan pemerintah bakal terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meski perlu juga mengantisipasi potensi eksternal yang bakal memberikan pengaruh. "Jadi kita harus bisa mengantisipasi dari sisi eksternal juga, meskipun domestik sudah membaik," paparnya.

Seperti diketahui, fokus pembangunan pemerintah pada tahun depan adalah terkait dengan konektivitas. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, bandara, pelabuhan laut, jalur kereta api, sampai dengan terminal penumpang.

Pembangunan tersebut d iantaranya yakni pembangunan jalan sepanjang 815 kilometer, pembangunan jembatan 9.399 kilometer, pembangunan bandara dan melanjutkan 15 bandara, pembangunan pelabuhan laut dan pengembangan fasilitas di 55 lokasi, jalan kereta api 550 kilometer, dan pembangunan terminal penumpang di tiga lokasi.



(akr)
dibaca 3.363x
loading gif
Top