alexa snippet

Harga Minyak Dunia Naik Usai Donald Trump Menang

Harga Minyak Dunia Naik Usai Donald Trump Menang
Harga minyak dunia naik karena pasar keuangan AS kembali bangkit setelah Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Harga minyak dunia naik karena pasar keuangan Amerika Serikat (AS) kembali bangkit setelah Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016), harga minyak AS naik 29 sen ke level USD45,27 per barel. Sedangkan harga minyak brent naik 31 sen atau 0,67% menjadi USD46,35 per barel, setelah jatuh ke level USD44,40 per barel, atau terendah sejak 11 Agustus.

Minyak mentah telah jatuh sebanyak 4% pada awal sesi perdagangan, setelah hasil pemilihan presiden AS. Minyak mentah AS anjlok mendekati level USD43 per barel atau menedkati level terendah dua bulan.

Aksi jual bagian dari reaksi pasar berbasis luas di mana investor melarikan aset berisiko seperti saham dan USD, yang telah berubah positif. Harga minyak sempat jatuh setelah data pemerintah mingguan menunjukkan build lain persediaan minyak mentah AS, tapi akhirnya pasar tampak melewatinya.

Administrasi Informasi Energi mengatakan stok minyak mentah AS naik 2,5 juta barel pekan lalu, satu juta lebih dari perkiraan analis.

"Laporan ini cukup netral, dan pasar memiliki respons diredam," kata Matt Smith, direktur riset komoditas di penyedia data energi ClipperData.

Harga minyak tetap kurang dari setengah dari tingkat pertengahan 2014, tertekan kelebihan pasokan. Dengan kemenangan Trump, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menghadapi prospek peningkatan produksi minyak AS, sebuah momok utama bagi kartel produsen minyak di 14 negara, diberikan janjinya untuk membuka semua tanah federal dan perairan untuk eksplorasi bahan bakar fosil .

Analis minyak juga mengatakan kemenangan Trump menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi masa depan dan permintaan minyak, ada faktor mendukung harga seperti pergeseran potensial dalam kebijakan AS terhadap Iran.

"Ini masih harus dilihat apakah Presiden AS Trump akan mencabut kesepakatan nuklir dengan Iran bahwa ia telah mengkritik begitu kuat. Jika demikian, harga minyak mungkin akan naik," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Trump telah mengkritik kesepakatan nuklir Barat dengan Iran, kesepakatan yang telah memungkinkan Teheran untuk meningkatkan ekspor minyak mentah tajam tahun ini. Iran mengatakan Trump harus tetap berkomitmen dengan kesepakatan itu.



(izz)
dibaca 7.033x
loading gif
Top