alexa snippet

Sri Mulyani Pede Ekonomi RI di Akhir Tahun Capai 5,1%

Sri Mulyani Pede Ekonomi RI di Akhir Tahun Capai 5,1%
Menkeu Sri Mulyani Indrawati meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2016 atau akhir tahun bisa mencapai 5,0% hingga 5,1%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2016 atau akhir tahun bisa mencapai 5,0% hingga 5,1%. Untuk mencapainya, pemerintah akan mendorong dari sisi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) maupun dari sisi belanja ke daerah.

Dia mengatakan, hingga akhir tahun belanja negara baik pusat maupun daerah akan mencapai 96% dari target atau sekitar Rp600,6 triliun. Sementara untuk penerimaannya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memperkirakan hingga akhir tahun akan mencapai Rp486,1 triliun.

"Untuk penerimaannya, kita memperkirakan berdasarkan estimasi shortfall yang masih sama Rp219 triliun maka penerimaan dari seluruh pendapatan dalam negeri Rp486,1 triliun. Jadi total operasi fiskal kita ada netto Rp224,5 triliun," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurutnya, pada kuartal III/2016 penerimaan yang berasal dari program pengampunan pajak (tax amnesty) cukup baik, sementara dari sisi belanja pemerintah mengalami pelemahan. Oleh karena itu, pemerintah masih memiliki cukup anggaran untuk mendanai aktifitas hingga akhir tahun.

"Jadi kuartal III kita dalam posisi cukup baik karena penerimaan tax amnesty, sementara dari sisi belanja mengalami pelemahan. Sehingga kita memiliki cash yang muncul September lalu, cukup untuk mendanai aktifitas Oktober ini dan kita pada November dan Desember terutama penerimaan cukai akan meningkat," imbuh dia.

Mantan Menkeu era Presiden SBY ini menambahkan, sampai akhir tahun pemerintah masih akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) untuk pendanaan 2016 sekitar Rp98,7 triliun. Menurutnya pemerintah hingga akhir tahun masih memiliki opsi untuk melakukan prefunding domestik.

"Kita akan terus memantau kondisi pasar bond atau surat berharga dalam dan luar negeri. Kami koordinasi dengan BI untuk melihat jumlah likuiditas yang ada ," tandasnya.



(akr)
dibaca 5.328x
loading gif
Top