alexa snippet

Harga Minyak Dunia Perpanjang Tren Penurunan

Harga Minyak Dunia Perpanjang Tren Penurunan
Harga minyak mentah di dunia memperpanjang tren penurunan pada awal pekan ini, terseret oleh kekhawatiran tentang pasokan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Harga minyak mentah di dunia memperpanjang tren penurunan pada awal pekan ini, terseret oleh kekhawatiran tentang meningkatnya pasokan OPEC (Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia). Di sisi lain rencana pembekuan produksi yang sempat digulirkan masih menemui beberapa hadangan yang menolak agenda tersebut.

Dilansir Reuters, Senin (14/11/2016) harga minyak Brent untuk pengiriman Desember pada perdagangan pagi ini tercatat mengalami penurunan sebesar 3 sen, pada level USD44,72 per barel setelah pada akhir pekan kemarin menyusut mencapai USD1,09. Patokan harga minyak pada Jumat kemarin menyentuh level terendah sejak 11 Agustus di posisi USD44.19 per barel.

Sementara harga minyak NYMEX untuk pengiriman Desember juga mencetak hasil negatif yang berkurang 11 sen menjadi USD43,30 per barel, usai menutup perdagangan kemarin dengan pelemahan sebesar USD1,25. Kontrak akhir pekan kemarin menjadi yang terendah pada posisi USD43.03 per barel sejak tanggal 20 September, lalu.

Minyak dunia seperti diketahui telah berada di bawah tekanan setelah OPEC sebelumnya menerangkan ada peningkatan output menjadi 33,64 juta barel per hari (bpd) bulan lalu, atau naik 240.000 bpd dari September. OPEC berencana memotong atau membekukan produksi, tetapi investor skeptis kesepakatan akan tercapai dan menilai perjanjian apapun tidak efektif.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, sangat penting bagi anggota OPEC untuk mencapai konsensus mengenai mengaktifkan kesepakatan yang dibuat pada bulan September terkait pengurangan produksi. Di sisi lain Iran membuka tiga ladang minyak dengan total produksi lebih dari 220.000 bpd, yang terlihat semakin  menggenjot produksi setelah pencabutan sanksi.

Perusahaan minyak Petrobras (PETR4.SA) yang dikelola oleh negara di Brasil mengalami penurunan sebesar 2,5% dari rekor tertinggi pada bulan September untuk 2,68 juta barel minyak setara setiap hari di bulan Oktober. Ditambahkan juga bearish sentimen datang dari data perusahaan minyak Baker Hughes Inc (BHI.N) dimana produksi mereka meningkat dari 452 rig.



(akr)
dibaca 4.957x
loading gif
Top