alexa snippet

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Hampir 6%

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Hampir 6%
Harga minyak mentah dunia melonjak naik hampir sebesar 6%, untuk bangkit kembali dari posisi terendah dalam tiga bulan pada awal pekan kemarin. Foto/Ilustrasi
A+ A-
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia melonjak naik hampir sebesar 6%, untuk bangkit kembali dari posisi terendah sebelumnya saat OPEC (Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia) masih diragukan mampu mewujudkan rencana pemangkasan produksi. Harga minyak global tercatat meningkat 5,8% ke level USD45,81 per barel untuk mencetak keuntungan terbesar dalam tujuh bulan.

Dilansir Reuters, Rabu (16/11/2016) OPEC dijadwalkan bakal kembali menggelar pertemuan pada 30 November, mendatang untuk membatas seputar pembekuan produksi. Secara garis besar sebelumnya kesepakatan diberitakan telah tercapai pada September lalu, tapi negosiasi seputar hal tersebut masih berjalan sulit dan belum semua anggota setuju.

Para pelaku pasar dan analis merujuk pada laporan terakhir seputar pasokan internasional, kabarnya menyakini bahwa OPEC akan mengajak produsen minyak top dunia untuk bersama-sama membatasi produksi. Tercatat minyak mentah Brent meningkat USD2,50 per barel atau setara 5,6% menjadi USD46,93 per barel untuk bangkit dari posisi terendah dalam tiga bulan pada awal pekan kemarin di posisi USD43,57 per barel.

Sementara harga minyak mentah berjangka AS juga mencetak hasil positif yang menguat USD2,49 per barel atau 5,8% menjadi USD45,81 per barel. Ini menjadi sinyal positif, ketika Senin kemarin sempat terperosok pada level USD42,20 per barel.

"Jelas, pasar sekarang menjadi lebih yakin terkait kemungkinan pemotongan produksi yang jadi rencana OPEC. Tidak ada keraguan ada banyak tekanan untuk mewujudkan hal tersebut, karena pasokan tidak bisa berkurang sendiri," ucap analis Commerzbank.

OPEC sendiri adalah kelompok yang beragam, baik dari segi politik, ekonomi dan bahkan beberapa anggota di antaranya berharap dapat meningkatkan produksi minyak mereka dengan berbagai alasan. Kondisi ini tentu membuat OPEC diyakini masih akan sulit mendapatkan tekanan untuk mengembalikan keseimbangan pasokan Internasional.



(akr)
dibaca 4.244x
loading gif
Top