alexa snippet

Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Penguatan USD

Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Penguatan USD
Harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan di akhir pekan tercatat mengalami kejatuhan saat dolar Amerika Serikat (USD) semakin menguat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SEOUL - Harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan di akhir pekan tercatat mengalami kejatuhan saat dolar Amerika Serikat (USD) semakin menguat. Sementara OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia) diyakini akan memperkuat kesepakatan terkait pemotongan produksi dalam upaya menjaga pasokan Internasional.

Dilansir Reuters, Jumat (18/11/2016) harga minyak mentan berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar 53 sen atau setara dengan 1,17% ke level USD44,89 per barel pada pukul 01.07 GMT. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent pada perdagangan hari ini berada pada posisi USD46,03 per barel atau turun 46 sen yang setara 0,99%.

Penguatan USD disebutkan telah membuat harga minyak berada di bawah tekanan, lantaran pembeli yang mempunyai mata uang berbeda akan membeli minyak lebih mahal daris ebelumnya. "Minyak pada perdagangan semalam, sempat menguat ketika Menteri energi Saudi mengaku optimistis terkait upaya pembekuan produksi, sebelum penguatan USD lebih kuat dari optimisme," terang Analis Senior OANDA brokerage Jeffrey Halley.

"Dengan USD yang semakin menguat dan berkuasa, harga minyak mentah pada perdagangan Asia harus lebih berat di bawah tekanan. Para pelaku pasar akan coba kembali memberikan kesimbangan di akhir pekan," sambungnya.

Sebagai informasi indeks USD mencapai posisi tertinggi dalam 13 tahun lebih setelah Gubernur The Fed atau Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan, bakal segera menaikkan suku bunga acuan. "Komoditas mixed, ketika USD menguat untuk menjadi tantangan bagi sektor ini. Brent diperdagangkan pada kisaran level USD46 per barel saat investor melihat peluang OPEC mencapai kesepakatan potong produksi," terang Bank ANZ.



(akr)
dibaca 4.918x
loading gif
Top