alexa snippet

Mata Uang Dunia Melemah Terhadap Dolar AS

Mata Uang Dunia Melemah Terhadap Dolar AS
Mayoritas mata uang dunia melemah terhadap dolar AS. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Vice President Corporate Development & Market Research ForexTime Ltd (FXTM) Jameel Ahmad mengatakan, mata uang dunia saat ini sedang berjatuhan di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Beberapa mata uang bahkan terperosok paling dalam sepanjang sejarah seperti yuan.

Jameel menjelaskan, banyak mata uang sudah mencapai titik terendahnya pada tahun ini. Di Asia Tenggara, Malaysia menyentuh batas paling bawah sejak tahun lalu.

"China terendah sepanjang sejarah dan nilai tukar Malaysia, ringgit menyamai seperti titik terendah tahun lalu. Jadi secara umum semua mata uang dunia melemah terhadap dolar," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Kisah perkasanya nilai tukar USD ini, lanjut Jameel, tidak hanya berdampak terhadap negara berkembang seperti Malaysia. Selain China, negara maju lainnya yang terkena efek parah yakni Inggris. (Baca: Rupiah Diramal Anjlok ke Level Rp14.000/USD Akhir 2016)

"Ini ceritanya tentang dolar AS, bukan hanya mata uang emerging market dan pounds juga terendah. Nilai tukar pounds terendah 30 terakhir, tahun ini saja melemah 30% dan euro terendah 10 tahun terakhir melemah terhadap dolar," katanya.

Sementara bagi Indonesia, dia menyampaikan, tidak perlu khawatir dengan melemahnya rupiah terhadap USD. Sebab masalah tersebut bukan hanya menimpa Indonesia tapi juga negara lain.

"Untuk Indonesia sendiri enggak perlu khawatir karena bukan problem Indonesia tapi semua negara lain karena memang dolarnya yang menguat. Jadi ada untungnya melemah rupiah, ekspor Indonesia lebih kompetitif. Jadi menguatnya dolar bukan masalah Indonesia semata. Minggu lalu, nilai tukar dolar terhadap mata uang dunia tertinggi 15 tahun terakhir, masalah besar bagi AS (kalau terlalu menguat), kita tidak perlu khawatir," pungkasnya.



(ven)
dibaca 3.196x
loading gif
Top