alexa snippet

Sebut Fed Rate 98% Naik, Gubernur BI Waspadai Rupiah

Sebut Fed Rate 98% Naik, Gubernur BI Waspadai Rupiah
Menguatnya dolar AS membuat mata uang negara berkembang melemah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SURABAYA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebutkan, suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Fed rate) kemungkinan besar akan naik pada bulan depan. Persentasenya bahkan bisa disebut mencapai 98%.

Agus menjelaskan, kenaikan Fed rate tersebut sudah masuk dalam perhitungan para investor. Menurutnya langkah ini sudah sangat kondusif.

"Fed rate kemungkinan 98 persen naik pada 14 Desember. Kenaikan Fed rate itu sudah dikondisikan secara kondusif. Dan kebijakan Presiden baru AS sangat perlu diperhatikan karena kalau AS menutup diri berdampak pada  ekspor China ke AS dan juga berdampak ke Indonesia," ujarnya di Surabaya, Jumat (25/11/2016).

Dia menyampaikan, ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam cukup besar, sebanyak 11%. Sehingga kondisi AS yang berpotensi menutup diri akan memiliki dampak ke perekonomian negara berkembang seperti Indonesia. (Baca: Rupiah Terperosok Rp13.500/USD, Ini Kata Gubernur BI)

"Ekspor Indonesia 11 persen ke AS, ini jadi sesuatu yang kita waspadai. Kondisi ini akan berdampak ke negara berkembang karena AS sedang melihat langkah kebijakan ekonomi dari Presiden baru. Jadi, mata uang AS menguat dan mata uang negara berkembang melemah," kata Agus.

Menurut Agus, Bank Indonesia sudah mengamati situasi yang terjadi di luar negeri, di mana pertumbuhan ekonomi AS juga tidak sebaik tahun lalu. Namun, tetap ada rasa optimisme investor kepada Presiden Donald Trump.

"Ini adalah kondisi eksternal yang kita perhatikan tapi secara pertumbuhan, ekonomi AS tidak sebaik tahun lalu. Semua perkiraan setahun ini, perekonomian AS 1,6% tapi optimisme terhadap Presiden baru patut kita waspadai," pungkasnya.



(ven)
dibaca 6.963x
loading gif
Top