alexa snippet

Kalangan Perhotelan Mulai Dampingi Desa Wisata

Kalangan Perhotelan Mulai Dampingi Desa Wisata
Jajaran manajemen JPH bersama dengan pengurus Desa Wisata Jipangan Bantul. Foto/SINDOnews/Erfanto Linangkung
A+ A-
YOGYAKARTA - Sebagai bagian dari kepedulian terhadap industri pariwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogjakarta, Jogjakarta Plaza Hotel melakukanpendampingan terhadap salah satu desa wisata di Kabupaten Bantul, yaitu Desa Wisata Jipangan. Mereka berusaha membimbing desa wisata Jipangan agar mampu dan layak untuk dikunjungi wisatawan.

Assistant Sales Manager Jogjakarta Plaza Hotel, Octaria Yadithasari mengungkapkan, Desa Wisata Jipangan merupakan sebuah desa wisata penghasil kipas bambu yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan-Bantul, atau sekitar 2.5 KM dari Gua Selarong, gua tempat persembunyian Pangeran Diponegoro.

Desa Jipangan merupakan desa binaan Jogjakarta Plaza Hotel dari program kemitraan Dinas Pariwisata sejak bulan April lalu. "Kami mencoba berbagi ilmu bagaimana mengemas desa ini agar bisa menarik wisatawan," paparnya, Selasa (29/11/2016).

Salah satu yang mereka lakukan adalah melakukan penanaman pohon tabebuya di kawasan Desa Wisata Jipangan. Pohon tabebuya merupakan pohon hias dengan bunga yang cantik seperti pohon sakura, dan saat ini memang sedang popular. Selain itu konon pohon tabebuya dapat mengendalikan rayap, harapannya dengan keberadaan pohon ini ini akan semakin mempercantik Desa Wisata Jipangan.

Menurutnya, Jogjakarta Plaza Hotel terus berkomitmen untuk menjadi green hotel melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup. Pihaknya terus berusaha memberi kontribusi positif bagi industri pariwisata di Yogyakarta karena mereka hidup dari industri pariwisata.

“Momen ini merupakan momen yang tepat selain untuk melakukan penghijauan, kami juga mempercantik desa wisata yang kami bina dengan pohon tabebuya,” tambah Octaria.

Sementara itu, Gallery Prawirotaman Hotel melakukan hal yang berbeda untuk melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Kali ini mereka melakukan melakukan kunjungan ke SMKN 3 Wonosari untuk mengadakan table manner bersama para guru sekolah, perwakilan instansi dan asosiasi di Wonosari, yaitu SMKN 3 Wonosari, SMKN Saptosari, SMAN 1 Semanu, SMAN 2 Wonosari, SMK Purwosari, SMAN 1 Playen, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Dharmawanita PLP, PGRI, dan Disbudpar Gunungkidul.

Sales Marketing Manager Gallery Prawirotaman Hotel, Ardi Al Kayun mengatakan, perjamuan makan seringkali menjadi penting untuk menunjukkan etika dan profesionalisme seseorang dapat dikenali, dilihat, dan dinilai oleh orang lain. Karenanya, diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai tata cara dengan menggunakan peralatan makan yang benar dan terarah, yang disebut dengan table manner.

Ia menambahkan, selain untuk mempromosikan kegiatan table manner, acara ini juga dilakukan dalam rangka memperingati hari guru yang bertepatan tanggal 25 November 2016.



(ven)
dibaca 4.262x
loading gif
Top