alexa snippet

Yen dan Euro Lesu, Rupiah Akhir Bulan Ditutup Menguat Tipis

Yen dan Euro Lesu, Rupiah Akhir Bulan Ditutup Menguat Tipis
Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini ditutup sedikit menguat dibanding penutupan kemarin. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup sedikit menguat dibanding penutupan kemarin. Penguatan ini pada saat USD juga hanya menguat tipis terhadap yen dan euro.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.555/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.560/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.512-Rp13.573/USD.

Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.565/USD. Posisi ini memperlihatkan membaik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.580/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir mendatar di level Rp13.550/USD dari posisi sebelumnya di level Rp13.547/USD. Mata uang Garuda bergerak dengan kisaran harian Rp13.504-Rp13.570/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.563/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp13.549/USD

Seperti dikutip dari CNBC, Rabu (30/11/2016), USD naik tipis terhadap beberapa mata uang lainnya karena hasil Treasury AS kembali mengalami kenaikan setelah tiga hari mengalami penurunan, dengan greenback berada di jalur untuk kinerja terkuat terhadap yen dalam tujuh tahun.

USD mencapai level tertinggi terhadap beberapa mata uang utama di dunia selama hampir 14 tahun pekan lalu, setelah adanya dorongan dari hasil pemilu AS yang memenangkan Donald Trump sebagai presiden AS yang baru.

Mata uang AS telah mengalami kenaikan hampir 8% terhadap yen sejak awal November, dan menjadi bulan terkuat sejak Desember 2009, atau lebih dari 3% terhadap euro, bahkan menjadi bulan terbaik dalam setahun.

Pekan ini, kekuatan USD sedikit terhenti dari perdagangan puncak pekan lalu. Namun, indeks tetap tercatat naik 0,2% pada hari ini. Hal tersebut terbantu dari laporan PDB kuartal ketiga AS yang direvisi naik dan kepercayaan konsumen November lebih kuat dari yang diharapkan.

USD terhadap yen juga telah didorong ke bawah pada bulan ini oleh keputusan Bank of Japan (BoJ) untuk menerapkan alat kebijakan moneter baru, menargetkan kurva yield-dolar naik sepertiga persen di level 112,78 sebagai hasil Treasury AS yang lebih tinggi.

dibaca 5.012x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top