alexa snippet

Soal Demo 212, Jokowi Minta Jangan Campur Politik dengan Ekonomi

Soal Demo 212, Jokowi Minta Jangan Campur Politik dengan Ekonomi
Presiden Jokowi memastikan, aksi unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan pada 2 Desember 2016 tidak akan mengganggu kegiatan perekonomian. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, aksi unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan oleh beberapa ormas keagamaan pada 2 Desember 2016 tidak akan mengganggu kegiatan perekonomian di Tanah Air. Dia meminta persoalan politik tidak dicampuradukkan dengan persoalan ekonomi.

Menurutnya, para pengusaha dan investor di Tanah Air pun sudah bisa memilah antara wilayah ekonomi dan politik. Sehingga, mereka pun tidak berpikir bahwa ketegangan politik yang akhir-akhir ini akan memengaruhi minat mereka berinvestasi di Indonesia.

"Ini yang akan mendewasakan kita. Yang urusan politik ya politik. Ekonomi ya ekonomi. Jangan sampai karena masalah politik, ekonomi jadi goyah. Kita harus matang dalam politik dan aktifitas ekonomi," katanya dalam Pembukaan Rapimnas Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Apalagi, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, ketegangan politik yang terjadi saat ini hanyalah terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta. Momen Pilkada sejak dulu selalu membuat tensi politik menjadi sedikit naik.

"Jadi meskipun lagi ada masalah politik, kita tidak boleh kehilangan fokus dan konsentrasi," imbuh dia.

Mantan Walikota Solo ini menambahkan, ketegangan politik jangan sampai membuat kepercayaan dunia terhadap Indonesia kembali kendur. Karena, akan butuh waktu lama untuk kembali menaikkan kepercayaan tersebut.

"Jangan sampai kita kehilangan momentum. Karena kalau sentimen kepercayaan dan trust kempes lagi, untuk memanaskan butuh waktu lama. Saya mohon bantuan pimpinan dan anggota Kadin untuk jaga momentum positif ini. Ini juga peluang yang amat baik untuk anggota Kadin," pungkasnya.



(akr)
dibaca 6.148x
loading gif
Top