alexa snippet

OPEC Pangkas Produksi, Industri Migas Tak Lagi Mati Suri

OPEC Pangkas Produksi, Industri Migas Tak Lagi Mati Suri
Kadin menilai keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas produksi minyak akan kembali menggairahkan industri migas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengungkapkan, keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) untuk memangkas produksinya akan kembali menggairahkan industri migas. Sebab, selama hampir tiga tahun industri migas telah mati suri.

(Baca Juga: Diminta Pangkas Produksi 5% Jadi Alasan RI Keluar dari OPEC)

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Migas Bobby Gafur Umar mengungkapkan, keputusan tersebut diharapkan akan kembali mengerek harga minyak dunia yang terpuruk dalam beberapa waktu belakangan. Dengan naiknya harga minyak, perusahaan migas diyakini akan kembali berselera untuk melakukan eksplorasi.

"Ini yang sudah tidur mati suri hampir 3 tahun, diharapkan dengan naikknya harga minyak, harga minyak yang lebih ekonomis, mereka mulai melakukan eksplorasi lagi. Itu justru lebih penting," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

(Baca Juga: Demi APBN, Jokowi Tak Masalah Indonesia Keluar dari OPEC)

Menurutnya, harga minyak dunia yang terpuruk beberapa waktu belakangan telah menurunkan minat industri migas untuk melakukan eksplorasi. Hampir seluruh engineering, procurement, and construction (EPC) khususnya asing menyetop kegiatan eksplorasi baru. Meskipun naiknya harga minyak akan membuat ongkos mereka menjadi lebih mahal, namun di sisi lain hal tersebut juga menjadi berkah.

"Ini blessing juga buat mereka, jadi jangan dilihat dari satu sisi. Indonesia sendiri banyak sumber minyak di laut dalam, tidak ekonomis dengan harga minyak sekarang kalau dilakukan pengeboran, tapi kalau harga naik akan lebih ekonomis," tandasnya.



(akr)
dibaca 3.161x
loading gif
Top