alexa snippet

Indeks S&P dan Nasdaq Melorot Terseret Sektor Teknologi

Indeks S&P dan Nasdaq Melorot Terseret Sektor Teknologi
Indeks S&P dan Nasdaq pada perdagangan kemarin berakhir melemah terseret sektor teknologi yang menurun tajam. Foto/Ilustrasi/Reuters
A+ A-
NEW YORK - Indeks S&P dan Nasdaq pada perdagangan kemarin berakhir melemah terseret sektor teknologi yang menurun tajam. Sementara, Indeks Dow Jones berhasil naik ke rekor tertinggi berkat sektor perbankan dan energi.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/12/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 68,35 poin atau 0,36% ke level 19.191,93, Indeks S&P 500 turun 7,73 poin atau 0,35% ke level 2.191,08 dan Nasdaq Composite turun 72,57 poin atau 1,36% ke level 5.251,11.

Penurunan saham Facebook (FB.O) sebesar 2,8% ke level USD115,14 dan Microsoft (MSFT.O) turun 1,8% menjadi USD59,18, membuat Nasdaq ditutup turun  terendah sejak 14 November. Sementara, sektor teknologi pada Indeks S&P 500 turun 2,3% atau kinerja harian terburuk sejak 24 Juni.

Indeks S&P 500 tetap tercatat naik lebih dari 2% sejak pemilu AS pada November di tengah harapan bahwa kebijakan Presiden terpilih Donald Trump akan memicu inflasi dan mempercepat kenaikan suku bunga, saham teknologi gagal untuk berpartisipasi, menjatuhkan hampir 3%.

Indeks Dow Jones tecatat menguat terdorong sektor keuangan dan energi. Saham Goldman Sachs (GS.N), naik 3,3% menyumbang lebih dari 50 poin ke sisi positifnya untuk indeks tertimbang harga. Saham naik lebih dari 24% sejak pemilu.

Kenaikan harga minyak membantu saham energi seperti Chevron (CVX.N). Di mana harga minyak brent ditutup naik lebih dari 4% setelah hampir naik 9% kemarin. Hal itu terjadi setelah produsen minyak utama sepakat untuk memangkas produksi dan harga dukungan, yang pertama langkah tersebut sejak 2008.

Sektor energi pada Indeks S&P 500 juga naik 0,3% sedangkan sektor keuangan di Indeks S&P naik 1,7% atau menjadi hari terbaik dalam tiga pekan terakhir.



(izz)
dibaca 5.615x
loading gif
Top