alexa snippet

Sambut Demo 212, IHSG Menguat meski Bursa Saham Asia Lesu

Sambut Demo 212, IHSG Menguat meski Bursa Saham Asia Lesu
IHSG hari ini dibuka kembali menghijau meski kondisi di dalam negeri sedang ada aksi demonstran. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka kembali menghijau meski kondisi di dalam negeri sedang ada aksi demonstran. IHSG hari ini dibuka menguat 9,28 poin atau 0,18% ke level 5.208,03 pada saat bursa saham Asia melemah.

Pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air berhasil ditutup di zona hijau atau menguat tajam ke level 5.198,75 atau 49,84 poin setara 0,97%.

Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp21 miliar dengan 10 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp3,70 miliar dengan aksi jual asing Rp9,43 miliar dan aksi beli sebesar Rp13,13 miliar. Tercatat sebanyak 17 saham menguat, 16 saham melemah dan 11 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp750 menjadi Rp23.000, PT Gudang garam Tbk (GGRM) naiK Rp200 menjadi Rp65.200, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp150 menjadi Rp14.650.

Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 menjadi Rp15.300, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp50 menjadi Rp6.375, dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun Rp50 menjadi Rp10.700.

Dilansir CNBC, Jumat (2/12/2016), Bursa saham Asia tergelincir pada pembukaan perdagangan hari ini, karena investor menunggu laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS).

Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,58% terseret oleh kerugian yang luas di seluruh sektor untuk All Ordinaries yang naik 1,69%. Penjualan ritel Oktober Australia naik 0,5% dari bulan sebelumnya, bulan ketiga berturut-turut dari kenaikan. Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan penjualan naik sebesar 0,3%.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 tergelincir 0,69%, kemungkinan diseret oleh kekuatan yen yang dipandang negatif karena membuat ekspor Jepang lebih mahal dan mengikis keuntungan luar negeri. Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospri merosot 0,5%.

Produk Domestik Bruto Korsel pada kuartal tiga tahun ini direvisi naik 0,6% dari kuartal sebelumnya, sedikit di bawah perkiraan sebelumnya di level 0,7%.

Di sisi lain, Indeks komposit Shanghai dan komposit Shenzhen dibuka mendatar di awal perdagangan hari ini. Sementara itu, di Hong Kong, Indeks Hang Seng tercatat mengalami penurunan sebesar 0,58%.



(izz)
dibaca 4.907x
loading gif
Top