alexa snippet

USD Mendatar terhadap Yen, Rupiah Dibuka Malah Tepar

USD Mendatar terhadap Yen, Rupiah Dibuka Malah Tepar
Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini dibuka melemah setelah pada penutupan kemarin sempat menguat tajam. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah setelah pada penutupan kemarin sempat menguat tajam. Pelemahan rupiah hari ini di tengah mendatarnya USD terhadap beberapa mata uang dunia dan bersiap untuk kembali balik menguat.

Data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di level Rp13.328/USD atau memburuk dari penutupan kemarin di level Rp13.308/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.318/USD dengan kisaran pada level Rp13.310-Rp13.341/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.327/USD. Posisi ini melemah dibanding posisi kemarin di level Rp13.320/USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini berada di level Rp13.308/USD atau masih tidak lebih baik dari penutupan kemarin yahg berada di posisi Rp13.264/USD dengan kisaran Rp13.284-Rp13.330/USD dan pada pukul 10.11 WIB bergerak ke level Rp13.284/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.378/USD atau memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.277/USD.
 
Seperti dikutip dari Reuters hari ini USD mendatar pad aRabu pagi ini menunjukkan sedikit kecenderungan untuk bergerak melwan beberapa mata uang lainnya seperti euro dan yen sebelum konferensi pertama Presiden AS terpilih Donald Trump.

Euro terhadap USD tercatat mendatar di level  1,0552 setelah sebelumnya sempat menguat tertinggi dalam 10 hari terakhir. Selain itu, USD tercatat stabil terhadap yen di level 115,765.

Greenback telah melemah selama dua hari terhadap yen karena investor bersiap untuk mendengarkan hasil konferensi pers Donald Trump untuk pertama kalinya sejak menang pemilu pada November.

"Dolar diatur untuk melanjutkan kenaikan jika Trump memberikan spesifik dari langkah-langkah stimulus, khususnya yang terkait dengan pemotongan pajak," kata Junichi Ishikawa, analis FX senior di IG Securities di Tokyo.

"Di sisi lain, pasar juga fokus pada faktor-faktor risiko potensial, seperti Trump mengambil sikap keras terhadap China. Itu bisa mendorong USD jatuh terhadap yen," imbuhnya

Indeks USD sedikit berubah pada level 102,04, setelah pekan lalu telah mencapai level 103,82, tertinggi sejak Desember 2002, sebelum kembali mundur ke level 101,300.
halaman ke-1 dari 2
views: 3.161
loading gif
Top