UMKM

Bergaya dengan mukena 6 negara

Bergaya dengan mukena 6 negara
ilustrasi Foto: Emi Haris/Koran Sindo

Sindonews.com – Desain mukena rupanya juga memiliki tren bahkan gaya tersendiri. Layaknya busana muslim, bentuk kaftan maupun gamis yang juga mengusung gaya ala Maroko, India serta Timur Tengah. Karakter negara pun bisa memengaruhi motif dan bentuk peralatan ibadah sholat ini.

Seperti mukena ala Dubai yang lagi nge-tren sekarang ini. Yang hanya memiliki satu potongan, dan semakin melebar di bagian bawahnya rupanya kian digemari. Beragam bentuk mukena tersebut lantas menginspirasi Rosy Anwar, si empu Amaly Fashion dalam mengkreasikan beragam bentuk lainnya.

Diberi nama mukena internasional, Rosy membuat enam bentuk mukena dari enam negara sekaligus. Di antaranya India, Jepang, Dubai, Syiria, Arab dan Indonesia. “Semuanya memiliki kekhasan masing-masing yang disesuaikan dengan karakter negaranya,” tuturnya di sela-sela peragaan mukena internasional di atrium City of Tomorrow (Cito), Minggu (12/8/2012).

Mukena ala India misalnya. Rosy mengaplikasikan bahan kain sari pada mukenanya. Kesan mewah tetap ditampilkan. Karena Ia memilih kain bermotif bordir. “Bordiran itu kan sudah bisa memberikan kesan istimewa,” tuturnya. Sehingga, ia tidak perlu menambah aksesoris lainnya pada mukena yang dibuat dua potongan, bagian atas dan bagian bawah.

Untuk mukena Dubai. Ia memberikan perbedaan dengan mukena kebanyakan yang sedang beredar di pasaran. Karena di bagian bawah mukenanya, Rosy memberikan rampel atau kerut-kerutan pada bahan kain kaos spandek yang digunakan.

Bentuk mukena Dubai ini tidak berbeda jauh dengan mukena Syiria. Sama-sama dibuat melebar di bagian bawah. Hanya saja, dirancang memiliki tempat khusus buat kedua tangan. Untuk bahannya, Rosy justru menggunakan bahan kain katun jepang. Dan rangkaian manik-manik dan payet dijahitkan sebagai pemanis.

Mukena ala Syiria ini, diakui Rosy, terinspirasi dari mukena Indonesia jaman dulu. Hanya saja, di bagian bawahnya tidak dibuat sama lebar dengan bagian atasnya. Melainkan membentuk A-line. “Mukena terusan itu kan identik dengan mukena jadul. Dan, untuk memudahkan gerak saat sholat, bentuknya dibuat lebar di bagian bawahnya,” ungkapnya.

Lain lagi dengan mukena ala Arab. Disesuaikan dengan bentuk tubuh masyarakat Arab, bentuknya juga disesuaikan. Bentuknya pun dibuat
menyerupai dengan gamis panjang. Yang memiliki selobokan untuk kedua tangannya.

Tak kalah nyentriknya dengan mukena Jepang. Rosy membentuknya menyerupai kimono, busana khas Jepang. Hanya saja, di bagian bawah, Ia juga membentuknya melebar, dengan potongan a-line. Untuk bagian penutup kepalanya, pada mukena negeri sakura ini, Rosy menambahkan jilbab terusan.

Indonesia sendiri juga dibuatkan model mukenanya. Dengan memadukan dua potongan, yakni atasan dan bawahan, Rosy melapisi kain brokat prancis pada mukena bagian atasannya. “Untuk bahannya, saya gunakan kain sutra. Supaya semakin nyaman dikenakan, karena bahannya sendiri adem di kulit,” tuturnya.

Untuk warna-warninya, perempuan yang juga designer mukena internasional ini tidak berkutat dengan warna putih saja. Melainkan ragam warna. Mulai dari cokelat, merah muda, biru muda, hitam serta kain bermotif bunga sakura.

“Karena menggunakan bahan yang berkualitas, harganya pun menyesuaikan. Mulai dari Rp1,5 juta–Rp2 juta,” ujarnya.

Santi Susanti, salah satu pengunjung mengakui bentuk dan motif mukena sekarang ini memang sangat bervariatif. Begitu juga warna-warninya. “Motif dan bentuk mukena sekarang ini lebih banyak pilihannya. Sama seperti busana
muslim,” katanya.

Rosy menambahkan, ragam bentuk mukena internasional ini didapat saat umroh. “Di sana itu ternyata bentuk mukena yang dikenakan sangat banyak,” pungkasnya.





(and)

views: 2.629x
shadow