Jawa Tengah & DIY

Pilkada Jateng, Demokrat kepincut sosok Diah

Arif Purniawan

Kamis,  6 September 2012  −  23:14 WIB
Pilkada Jateng, Demokrat kepincut sosok Diah
Ilustrasi (dok.istimewa)

Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini masih menjadi incaran partai politik. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jateng Sukawi Sutarip menilai sosok Diah Anggraini layak menjadi bakal Calon Gubernur (Cagub) Jateng.

“Mungkin, bu Diah juga pantas. Beliau seorang birokrat, dan suaminya juga kader. Biasanya kader itu santun, jadi tidak kesusu, yang lain silakan masuk, yang lain (tetap) ada pertimbangan,” ungkap Sukawi Sutarip, usai menyerahkan syarat administrasi kelengkapan partai politik peserta pemilu 2014 di kantor KPU Jateng, Kamis (6/9/2012).

Sukawi menambahkan, kendati demikian, suara dari arus bawah ingin mengusung Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Hadi Prabowo. Segala kemungkinan menurutnya masih bisa saja terjadi.

Pihaknya juga sudah meminta masukan kepada sejumlah pengurus ranting dan cabang terkait dengan sosok Gubernur Jateng Bibit Waluyo. “Setelah saya tanya dari bawah, cabang dan ranting menilai yang sekarang ini belum sukses membangun Jateng. Bukan menolak (Bibit),” tuturnya.

Mantan Wali Kota Semarang ini mengaku, masih mencari siapa yang bakal sukses, dan mampu membangun hubungan baik dengan partai. Siapapun calon yang akan dipilih Demokrat, nantinya tetap harus mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Partainya akan melakukan penjaringan calon secara tertutup.

“Itu seni, ada yang terbuka, tertutup, diam-diam. Partai Demokrat tidak ingin terjadi benturan, yang sudah daftar tidak dapat rekomendasi nanti kecewa,” ujarnya. Dirinya menegaskan tidak akan kembali maju sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng juga sudah melobi Diah Anggraini namun yang bersangkutan menyatakan tidak ada niat untuk mencalonkan diri.

Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto mengatakan, PAN sudah membentuk tim perumus pilkada. Tim itu nanti yang memetakan segala masalah dan potensi yang ada di Jawa Tengah. Pihaknya belum bicara mengenai siapa calonnya, tapi baru dikaji bagaimana mengatasi persoalan di Jateng.

“Insya Allah kalau nanti penjaringannya terbuka, kami tidak harus memprioritaskan kader tapi siapa yang memiliki kapabilitas dan kapasitas bisa menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” ucapnya.

Pengamat politik Universitas Wahid Hasyim Semarang Joko Prihatmoko berpendapat, seharusnya partai politik membuka penjaringan calon pemimpin Jawa Tengah secara terbuka.

“Jika benar partai itu aspirasi dari rakyat, seharusnya bisa transparan agar masyarakat diberi kesempatan untuk menilai. Kalau tidak partai bisa diasumsikan hanya dimanfaatkan gerombolan tertentu untuk kepentingan internal,” kata Joko.

 

(ysw)

shadow