Sektor Riil

Surabaya akan bangun destinasi wisata kuliner

Surabaya akan bangun destinasi wisata kuliner
Ilustrasi

Sindonews.com - Minimnya pendapatan dari sektor wisata di Surabaya membuat Pemkot terus memutar otak. Salah satunya dengan menambah destinasi wisata baru yang bisa menarik minat wisatawan mancanegara dan domestik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menuturkan, Surabaya memang tak memiliki wisata alam yang bisa menarik minat wisatawan. Makanya salah satu peluang yang bisa dilakukan adalah menciptakan destinasi wisata baru.

"Kami akan memberikan sentra wisata kuliner serta kerajinan tangan," ujar Wiwiek, Jumat (7/9/2012).

Ia melanjutkan, selama ini Surabaya hanya dijadikan pusat transit bagi wisatawan luar negeri maupun domestik. Sebab, rata-rata mereka merupakan wisatawan yang ingin pergi ke Malang, Mojokerto maupun beberapa kota lainnya yang memiliki wisata alam.

"Jadi kesempatan kami adalah memberikan nuansa yang berbeda untuk kenyamanan di Surabaya. Mereka (wisatawan) bisa hunting pusat kuliner dan sentra industri kecil," ungkapnya.

Saat ini, katanya, pihaknya sudah melakukan sinergi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk membuat tanda petunjuk jalan. Pemberian petunjuk jalan itu ditujukan untuk mempermudah para wisatawan untuk datang ke tempat kuliner serta pusat industri kecil. "Tanda yang berupa petunjuk jalan itu akan di tempatkan di beberapa ruas jalan protokol," jelasnya.

Bahkan, kata Wiwiek, di beberapa tempat wisata seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Pantai Ria Kenjeran juga dipasang tanda informasi dan petunjuk jalan untuk mempermudah wisatawan.

"Ini akan membuat hidup wisatawan yang datang ke Surabaya. Mereka tak hanya melakukan transit di Surabaya, tapi juga berlibur dengan nuansa kuliner," katanya.

Keberadaan industri kecil yang selama ini tersebar di berbagai kecamatan juga bisa hidup. Mereka bisa menerima pesanan dari berbagai daerah dan luar negeri untuk membuat produksi semakin bertambah.

Zayid Umar Sabilillah, salah satu warga Aceh yang datang ke Surabaya mengatakan, dirinya sempat kesulitan ketika dua hari berada di Kota Pahlawan. Sebab, ia tak memiliki reverensi untuk datang ke tempat wisata guna mengisi waktu liburnya.

"Paling-paling di sini hanya datang ke mall saja, itu pun di Jakarta sudah banyak. Tapi kalau ada tawaran untuk wisata kuliner yang menarik, saya mau mencobanya," jelasnya.

(gpr)

views: 1.674x
shadow