Pasar Modal

PNM bidik obligasi untuk UMKM

Dana Aditiasari

Rabu,  19 September 2012  −  18:16 WIB
PNM bidik obligasi untuk UMKM
Ilustrasi

Sindonews.com - Dengan semakin berkembangnya Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kian meroket, berbagai model pembiayaan untuk UKM pun mulai dilirik. Salah satu yang paling menarik adalah model pendanaan lewat obligasi.

Banyak kalangan memandang UKM memiliki aktivitas yang demikian dinamis. Apalagi dengan perannya yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak, sehingga secara umum UKM memiliki andil yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ada 52,7 juta pelaku UKM di Indonesia, 0,01 persen merupakan pengusaha besar, mikro 98,5 persen. Hampir 90 persen tenaga kerja terserap di sektor mikro ini. UKM juga memberikan kontribusi sebesar 32,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, pengusaha kecil punya prospek dan peranan yang cukup besar. Memberikan lapangan kerja yang cukup," ujar Direktur Bisnis Permodalan Nasional Madani (PNM) Tri Susilo di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Dengan sifat usahanya yang cenderung berskala menengah, UKM memiliki risiko usaha yang lebih minim ketimbang usaha di sektor formal dengan skala modal yang lebih besar. Sehingga, cukup menjanjikan bila sektor UKM mulai dilirik sebagai sasaran pendanaan lewat model pembiayaan obligasi.

"Industri dan pelaku UKM cukup potensial, melalui obligasi. Menjadi peluang yang baik bagi pasar modal dan pemilik modal," tegasnya.

PNM sendiri memandang potensi tersebut sebagai peluang yang menjanjikan. Apalagi, belum ada pelaku lain yang melirik sektor tersebut sebagai target permodalan yang baru.

"Perbankan sendiri belum melihat itu, sebab perbankan masih melihat takut risiko dan dijadikan pertimbangan untuk memberikan bantuan. Jadi kita berharap bisa menjadi pionir," tutupnya.

 

(gpr)

shadow