
Dana Aditiasari
Sindonews.com - Direktur Utama PT Harum Energy Tbk (HRUM), Ray Antonio Gunara mengaku pihaknya mampu mencatatkan kenaikan baik dari segi penjualan maupun dari segi produksi ditengah harga rata-rata penjualan batu bara turun 7,6 persen dari USD93,8 per ton di kuartal tahun 2012 menjadi USD86,7 per ton di kuartal II tahun 2012.
Dari segi penjualan, lanjut Ray, Harum Energy mencatatkan kenaikan sebesar 62 persen pada semester pertama tahun ini dibanding semester pertama tahun 2011 lalu.
"Volume penjualan gabungan naik 62 persen dari 4,6 juta ton di semester pertama tahun 2011 menjadi 7,4 juta ton di semester pertama tahun 2012, dengan volume penjualan sebesar 6,4 juta ton dari tambang Mahakam Sumber Jaya (MSJ) dan 1,0 juta ton dari tambang Santan Batubara (SB)," terang Ray dalam Public Expose PT Harum Energy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Kenaikan penjualan tersebut, juga turut diimbangi dengan meningkatnya volume produksi batubara perusahaan. "Volume produksi gabungan naik 39,5 persen dari 4,4 juta ton di semeter pertama tahun 2011 menjadi 6,1 juta ton di semseter pertama tahun 2012," ungkap Ray.
Sebelumnya, PT Harum Energy Tbk mencatatkan jumlah laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD81,86 juta pada semester I-2012. Naik 22,7 persen dibandingkan periode perdagangan tahun sebelumnya yang sebesar USD66,03 juta.
(gpr)