Makro

Target ORI009 Rp12 T

Koran SINDO

Sabtu,  22 September 2012  −  12:42 WIB
Target ORI009 Rp12 T
Ilustrasi

Sindonews.com - Pemerintah menargetkan dapat meraup dana sebesar Rp12 triliun dari penjualan Obligasi Negara Ritel atau ORI009. Namun, target awal tersebut belum final karena bergantung permintaan.

Pejabat Sementara Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengungkapkan, penawaran ORI009 akan dilakukan 21 September– 5 Oktober 2012. Obligasi negara tersebut akan ditawarkan oleh 22 agen penjual yang telah ditunjuk pemerintah, terdiri atas 17 bank dan 5 perusahaan sekuritas.

“Sebenarnya target awal penjualan ORI009 ini sebesar Rp12 triliun. Tapi dari pihak agen, mereka bisa menjual hingga Rp14,95 triliun,” kata Robert di kantornya kemarin.

Dia mengatakan, hasil penjualan yang pasti akan diketahui mulai 1 Oktober mendatang, bisa naik dan turun, bergantung penawaran yang masuk. Dia menjelaskan, untuk menarik sebanyak mungkin pembeli maka akan dilakukan roadshow di 28 kota seluruh Indonesia, termasuk wilayah Indonesia bagian timur seperti Biak (Papua), Sorong (Papua Barat), Kendari (Sulawesi Tenggara), Ternate (Maluku Utara), Gorontalo, Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Ambon (Maluku).

Penerbitan ORI009 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN-P 2012 serta mengembangkan pasar surat utang negara (SUN). ORI009 ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia. Obligasi seri ini memiliki tingkat kupon 6,25% atau lebih rendah dibandingkan ORI008 yang mencapai 7,30%. ORI009 bertenor tiga tahun dengan tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2015. Minimum pemesanan Rp5 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Perbedaan ORI009 dengan ORI008 ada pada ketentuan minimum satu coupon holding period. Ketentuan tersebut membuat pemindahtanganan kepemilikan ORI009, setelah berakhirnya periode pembayaran kupon pertama (15 November 2012). Penerapan ini dimaksudkan untuk memperluas basis investor individu serta mengedukasi investor untuk berinvestasi lebih lama pada ORI.

Direktur Surat Berharga Negara (SBN) Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan, ketentuan satu coupon holding period dimaksudkan untuk memudahkan pemilik ORI jika mereka ingin mengalihkan kepemilikan saat dibutuhkan.

Namun,dia mengingatkan bahwa pemilik baru bisa mengalihkan setelah satu periode pembayaran atau setelah 15 Desember 2012. Sementara itu, BNI optimistis dapat melampaui target pemesanan ORI009 senilai Rp1,2 triliun.

Direktur Consumer Banking BNI Darmadi Sutanto mengatakan, selain beragam program khusus bagi investor pilihan, BNI juga memberikan beragam keringanan untuk seluruh investor yang membeli ORI009 dari BNI, antara lain tidak dibebani biaya transfer untuk menampung dana pemesanan dan tidak dikenakan biaya penyimpanan dari rekening surat berharga hingga jatuh tempo. “ORI009 juga dapat dijadikan jaminan jika investor membutuhkan tambahan dana dari program kredit,” ujar Darmadi kemarin.

Selain itu, investor juga diberi ketenangan karena BNI memosisikan diri sebagai standby buyer (pihak yang siap membeli kembali ORI009 dari investornya).

Darmadi mengatakan, perseroan menawarkan beragam insentif untuk menarik minat individu pemilik dana berlebih agar menanamkan uangnya pada ORI009. Salah satu penawaran yang diberikan adalah barang bernilai berupa emas bagi investor terpilih.

 

(gpr)

shadow