Sektor Riil

Krisis global, ekspor TPT diperkirakan turun

Koran SINDO

Sabtu,  22 September 2012  −  12:32 WIB
Krisis global, ekspor TPT diperkirakan turun
Ilustrasi

Sindonews.com - Nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai USD12,58 miliar, turun sekitar 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar USD13,25 miliar. Pelambatan ekonomi global dan kebijakan yang tidak produktif di dalam negeri dituding sebagai penyebab penurunan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman mengatakan, ekspor TPT selama semester I/2012 sudah menurun 6,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai USD6,76 miliar. Selama periode itu, kata dia, ekspor TPT Indonesia ke pasar Uni Eropa turun hingga 9,6% dan ke pasar Amerika turun 0,8%.

Penurunanekspor TPTmenurut dia disebabkan oleh banyak faktor. Namun, yang utama adalah kondisi pelambatan perekonomian di wilayah Eropa yang menjadi pasar ekspor utama tekstil nasional. Selain itu, daya saing produk Indonesia pun menurun, dan ditambah pula masalahretribusifasilitaskemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

“Seharusnya kita optimistis tahun ini naik, tetapi ini malah turun. Itu ekspektasi kita naik 5% kalau tidak ada gangguan, tapi gangguan malah banyak hingga turun 5%. Jadi, potential lost kita 10%,” kata Ade dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.

Menurutnya, meskipun terjadi sedikit kenaikan di pasar Jepang, jumlahnya tidak lebih besar dari penurunan yang dialami di pasar tradisional lainnya. “Opportunity Indonesia sebetulnya sangat besar, tapi diganggu kebijakan di dalam negeri,” cetusnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan bahwa pihaknya tetap optimistis ekspor TPT tidak akan menurun hingga akhir tahun ini. Menurut dia, perlambatan ekonomi Eropa memang masih berlanjut, namun dia yakin dampaknya tidak akan berlangsung lama. Sementara itu, ada pasar lain yang bisa dijajaki.

“Nanti juga kan pasti ada market baru. Negara yang potensial adalah Afrika dan Amerika Selatan atau Amerika Latin,” jelasnya.

Terkait masalah KITE, menurutnya, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan masalah itu dengan sejumlah pihak terkait.

 

(gpr)

shadow