Makro

Pemerintah-DPR sepakati postur sementara RAPBN 2014

Ameidyo Daud

Rabu,  10 Juli 2013  −  19:45 WIB
Pemerintah-DPR sepakati postur sementara RAPBN 2014
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Pemerintah akhirnya menyepakati range sementara asumsi makro untuk RAPBN 2014.

Asumsi sementara tersebut akan digunakan sebagai basis sementara dalam menyusun APBN 2014 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014.

Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Menteri Keuangan M Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

"Apakah bisa disepakati? Ini akan jadi kesimpulan sementara untuk pembahasan RKP 2014 dan penyusunan APBN 2014," ujar Ketua Banggar DPR, Ahmadi Noor Supit yang dijawab setuju oleh seluruh anggota Banggar, Rabu (10/7/2013).

Chatib mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja seluruh anggota Banggar dalam menyusun asumsi sementara ini.

"Atas nama pemerintah kami ucapkan terima kasih atas kerja sama ini sehingga kerangka fiskal sudah dapat dibicarakan secara konstruktif. Izinkan kami beri apresiasi kepada anggota Banggar," kata Chatib.

Adapun angka asumsi yang disepakati adalah:

Pertumbuhan ekonomi sekitar 6,4-6,9 persen
Inflasi disepakati di angka 3,5-5,5 persen
Nilai tukar Rupiah Rp9.600-Rp9.800 per dolar AS
Tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5-5,5 persen
Harga ICP USD100-USD115 per barel
Lifting minyak ditetapkan 860 ribu-900 ribu barel per hari.
Lifting gas ditetapkan 1.240-1.325 barel setara minyak per hari.
Defisit ditetapkan di range 1,2-1,7 persen

Sementara, volume kuota BBM bersubsidi ditetapkan di 48-51 juta kiloliter yang terdiri dari:

Premium dan Bio etanol 30,77 kiloliter.
Minyak tanah 1,2 juta kiloliter
Solar 16,03 juta liter
Harga Bahan Bakar Nabati (BBN) Rp3000 per liter.
Harga Bio Etanol Rp3.500 per liter.
Harga Bahan Bakar Gas (BBG) Rp1.500 per liter.

Sedangkan subsidi energi pada 2014 masih dibebankan kepada BBM, BBN, elpiji tabung 3 Kg, dan listrik.

 

(izz)

shadow