Sektor Riil

Panin Group tangani pembangunan Bandara Samarinda Baru

Awaluddin Jalil

Selasa,  22 Oktober 2013  −  11:50 WIB
Panin Group tangani pembangunan Bandara Samarinda Baru
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Keinginan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menggandeng pihak ketiga dalam pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) bakal segera terwujud.

Pasalnya, Panin Group disebut-sebut tetap melanjutkan pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, dirinya memeroleh informasi dari Direktur Utama Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) terkait pembangunan sisi udara BSB oleh Panin Group.

"Dirut MBS bilang sama saya, kalau dalam waktu dekat Perjanjian Kerja Sama dengan Panin Group akan ditandatangani. Ini berarti pembangunan BSB oleh Panin tetap jalan," kata Awang, Selasa (22/10/2013).

Pihaknya memaklumi, sejak awal DPRD Kaltim mengusulkan agar seluruh pembangunan BSB dibiayai APBD Kaltim. Namun, dia justru berpendapat, APBD Kaltim dapat digunakan untuk kepentingan lain, jika pembangunan bisa dilaksanakan oleh pihak ketiga.

"Saya melihat APBD masih banyak gunanya untuk yang lain. Prinsipnya, sepanjang private sector bisa mendanai pembangunan, tidak boleh kita tolak. Itu rahmat bagi rakyat," katanya.

Awang mengklaim banyak kerja sama dengan pihak ketiga dan terbilang sukses. Misalnya pembangunan Bandara Sepinggan, Balikpapan yang bekerja sama dengan Angkasa Pura. Lalu Pelabuhan Kariangau, Balikpapan dengan Pelindo.

"Kalau bisa membangun dengan swasta, kenapa tidak. Toh nanti akan dikelola bersama-sama juga," jelasnya.

Meski demikian, dia mengaku tetap berupaya mendapatkan bantuan APBN untuk penyelesaian pembangunan BSB. "Justru yang kita minta bantuan pusat itu pembangunan Bandara Sepinggan Balikpapan. Tapi, paling tidak pembangunan ATC (Air Trafict Control)-nya bisa dibantu oleh pusat," jelasnya.

Seperti diketahui, Panin direncanakan membangun sisi udara BSB yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1 triliun. Nantinya, Panin bersama Perusda MBS akan membentuk perusahaan bersama yang akan mengelola BSB.  "Bukan hanya 1.800 hektare, tapi landasan pacu akan dibangun 2.500 meter sekaligus," pungkas Awang.

 

(izz)

shadow