Timur Tengah bidik proyek air minum di Makassar

Timur Tengah bidik proyek air minum di Makassar
Timur Tengah bidik proyek air minum di Makassar
A+ A-
Sindonews.com - Perusahaan infrastruktur asal Timur Tengah, Moya Asia Limited, meminati investasi pada proyek instalasi pengolahan air minum di Makassar Utara, Sulawesi Selatan.

CEO Moya Asia Limited Simon A melhen mengatakan, perusahaannya siap menandatangani perjanjian kerja sama untuk proyek pengembangan air minum April mendatang. Proyek tersebut akan menjadi kerjasama ketiga Moya Asia dengan perusahaan daerah air minum lokal. Rencananya investasi dilakukan melalui kerja sama berskema business to business dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar dan PT Indisi.

”Kami sudah lakukan feasibility study untuk kerja sama dengan PDAM Makassar selama 1,5 tahun terakhir dan menurut kami proyek ini cukup potensial melihat kebutuhan air bersih yang cukup besar di wilayah tersebut. Kami siap tanda tangani perjanjian kerja sama April ini,” kata Simon di Jakarta kemarin.

Menurut dia, kerja sama tersebut meliputi pekerjaan peningkatan kapasitas produksi instalasi pengolahan air Sumba Opu dari 1.000 liter per detik menjadi 2.000 liter per detik, pergantian jaringan pipanisasi, serta pembangunan satu instalasi pengolahan air baru berkapasitas produksi 200 liter per detik.

Sebelumnya Moya Asia Limited telah melakukan kerja sama serupa dengan dua perusahaan lainnya, yaitu PDAM Tirta Benteng kota Tangerang dengan masa konsesi 25 tahun dan nilai investasi sebesar Rp1,15 triliun dan PDAM Tirta Bhagasasi, Kota Bekasi, senilai Rp150 miliar dengan masa konsesi yang sama.

Kasubdit Investasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Mursito menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan evaluasi prastudi kelayakan terkait rencana proyek pengembangan cakupan layanan air minum.

”Kami targetkan segera tuntas supaya perjanjian kerja sama bisa segera diteken dan pengerjaan bisa dimulai.Terkait nilai proyek belum bisa ditentukan menyusul belum keluarnya hasil perhitungan dari evaluasi prastudi kelayakan,” ujarnya.

Kementeriannya menargetkan, setidaknya ada delapan PDAM yang akan menandatangani perjanjian business to businessdengan investor swasta pada tahun ini, yaitu PDAM kota Tangerang; PDAM kota Tangerang Selatan; PDAM kabupaten Siak; Kepulauan Riau; PDAM Kabupaten Indramayu; PDAM Kabupaten Bekasi; PDAM Kota Medan; dan PDAM Kota Surakarta.

Kerja sama dengan skema business to business merupakan skema alternatif penambahan modal kerja untuk perusahaan daerah air minum selain melalui skema kerja sama pemerintah-swasta (public private partnership/PPP) atau pinjaman perbankan. (ank)





dibaca 96x

REKOMENDASI :

Top