Sektor Riil

Warga geram layanan PLN di Tapteng lambat

Kamis,  12 Juli 2012  −  17:59 WIB
Warga geram layanan PLN di Tapteng lambat
ilustrasi Foto: Corbis

Sindonews.com – Program dan Kinerja PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sumatera Utara (Sumut) mendapat sorotan tajam dari masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) atas lambatnya realisasi pemasangan jaringan listrik dibeberapa desa di wilayah itu.

“Di daerah ini terdapat 2 mesin pembangkit listrik PLTA Sipan Sihaporas dan PLTU Labuan Angin, tetapi masih ada desa di daerah ini yang tidak teraliliri listrik,” kata aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kupas Tumpas Sibolga/Tapteng, Makmur Pakpahan kepada SINDO, Kamis (12/7/2012).

Makmur membeberkan, adapun beberapa desa di Tapteng yang layak mendapatkan penerangan listrik PLN yakni Desa Sihapas dan Pulo Pakkat II di Kecamatan Suka Bangun, desa Sigiring – giring sekitar, Kecamatan Tukka, Desa Rawa Makmur, Kecamatan Kolang dan beberapa desa lainnya.

“Ada apa dengan Tapteng ini? Dua mesin pembangkit besar ada di daerah ini, tetapi beberapa desa sampai sekarang masih gelap gulita. Apakah PLN ingin semakin memperpuruk kemiskinan di Tapteng ini,” ungkapnya.

Yang lebih ironisnya beber Makmur, beberapa tahun lalu, anggota DPD RI Parlindungan Purba bahkan telah turun meninjau desa Sigiring – giring sekitarnya atas ketiadaan jaringan listrik di daerah itu. Bahkan pihak PT. PLN (Persero) cabang telah mengajukan permohonan pemasangan kembali jaringan listrik di daerah itu, namun tak kunjung terealisasi sampai sekarang.

“Demikian dengan desa Sihapas dan Pulo Pakkat, 44 tahun tidak mendapatkan lampu penerangan dan telah memperjuangkan selama 10 tahun terakhir ini, namun tak kunjung mendapatkan hasil,” tuturnya.

Dennis Simalango, dari forum peduli masyarakat tertinggal Tapteng sebelumnya menyampaikan rasa keprihatinannya atas program dan kinerja PLN Wilayah Sumut. Dia melihat, PLN sama sekali tidak memiliki perhatian terhadap masyarakat diperdesaan tetapi lebih mementingkan perusahaan dan perumahan (real estate). Terbukti, pemasangan jaringan listrik di perusahaan dan perumahan, lebih cepat dibandingkan pemasangan jaringan listrik diperdesaan.

“Kita lihat perusahaan pertambangan emas di Batangtoru. PLN langsung sigap melakukan pemasangan jaringan listrik untuk perusahaan tersebut. Demikian pemasangan jaringan listrik di perumahan, yang permohonannya hanya hitungan bulan sudah terpasang. Sementara beberapa desa seperti Sihapas dan Pulo Pakkat II, sejak jaman kemerdekaan tidak pernah mendapatkan jaringan listrik PLN,” tuturnya.

Denni pun bertanya, ada apa dengan PLN dan kenapa dengan kedua desa tersebut termasuk desa–desa lainnya di Tapteng yang belum mendapatkan penerangan dari PLN. Sementara warga desa mau berkorban baik materi (uang) dan lainnya seperti bersedia untuk membebaskan lahan untuk pemasangan jaringan.

Pelaksana Harian (Plh) PT (Persero) PLN Cabang Sibolga, Irwan Simatupang mengaku bahwa mereka di daerah ini hanya sebagai pelaksana semata. Artinya, untuk program pemasangan jaringan listrik, keputusan sepenuhnya berada ditangan PLN Wilayah.





(and)

views: 809x
shadow