Sektor Riil

Swasembada pangan masih terkendala masalah klasik

Selasa,  14 Agustus 2012  −  13:01 WIB
Swasembada pangan masih terkendala masalah klasik
Ilustrasi

Sindonews.com - Dalam rangka mewujudkan cita-cita swasembada komoditi pangan, permasalahan klasik masih menjadi kendala utamanya.

Direktur Aneka Kacang-kacangan Kementerian Pertanian, Maman Suherman menuturkan, adanya penurunan daya saing, berkurangnya area lahan pertanian, dan terus meningkatnya impor kedelai dalam negeri disinyalir sebagai faktor-faktor yang menjadi penghambat pewujudan swasembada pangan.

Merespon kondisi yang demikian, Maman mengaku, pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi komoditi pangan seperti salah satunya kedelai dengan memberikan pendidikan kepada para petani guna meningkatkan mutu sumber daya manusianya dalam hal ini petani yang kemudian akan berimbas pada peningkatan mutu komoditi yang diproduksi.

"Kita terus meningkatkan produksi kedelai, dengan upaya membuat sekolah penanaman terpadu, subsidi benih, memperluas lahan, dan mengembangkan variatas unggul," ungkap Maman dalam acara "Public Hearing" tentang komoditi kedelai di gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (14/8/2012).

Salah satu contoh produksi kedelai, dalam negeri, baru memenuhi 40 persen dari kebutuhan konsumsi dalam negeri. "Produksi kedelai kita baru 40 persen dan 60 persen-nya dipenuhi dari impor, sehingga masih sulit untuk melakukan swasembada sekarang ini," ungkapnya.


(gpr)

views: 1.763x
shadow