Sektor Riil

Margin besar UKM belum menarik perhatian perbankan

Rabu,  19 September 2012  −  16:13 WIB
 Margin besar UKM belum menarik perhatian perbankan
Ilustrasi

Sindonews.com - Berkembangnya Usaha Kecil Menengah (UKM) selalu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat. Bahkan, margin yang diperoleh UKM bisa mencapai 25 persen, lebih tinggi dari margin yang diperoleh pengusaha besar yang rata-rata 19 persen.

Kendati demikian, fenomena tersebut masih belum terlalu diperhatikan para pemilik modal di sektor formal, dan lebih didominasi lembaga-lembaga permodalan non formal seperti rentenir.

"Perbankan biasanya sulit masuk ke sana (pasar UKM), tetapi lembaga keuangan non formal yang masuk. Padahal biasanya mereka (lembaga keuangan non formal) datang dengan bunga yang besar jauh di atas lembaga keuangan formal," terang Direktur Bisnis Permodalan Nasional Madani (PNM), Tri Susilo di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Meski hadir dengan bunga yang selangit, nyatanya bisnis permodalan non formal seperti rentenir masih tumbuh subur hingga saat ini. Alasannya, para pelaku UKM sendiri ternyata memiliki aliran dana dan perputaran uang yang relatif lebih besar persentasenya dibanding para pelaku usaha di sektor formal.

"Lalu kenapa mereka (pelaku UKM) tetap bisa ambil yang mahal itu (modal yang bunganya tinggi), itu karena margin yang bisa mereka dapatkan lebih besar dari marginnya pedagang besar. Pengusaha kecil marginnya rata-rata di atas margin pengusaha besar," tegas Tri Susilo.

Tri mencontohkan, seorang pedagang sayur yang biasa berjualan di pasar, mampu memperoleh margin rata-rata dalam sehari lebih dari 25 persen. "Misalnya seorang tukang sayur dia jualan, sehari belanja sehari habis, returnnya (perputaran uangnya) tinggi. Pergi dengan membawa 200 ribu, pulangnya dia bisa membawa 250 atau 300 ribu. Itu kan berarti marginnya besar bisa 25 persen lebih," imbuhnya. (mai)


(gpr)

views: 1.683x
shadow