Makro

Platform Mobnas selesai 2013

Rabu,  26 September 2012  −  12:10 WIB
Platform Mobnas selesai 2013
Ilustrasi

Sindonews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menargetkan penyusunan platform mobil nasional (mobnas) selesai pertengahan tahun depan.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Erzi Agson Gani memastikan, platform tersebut tidak akan mengganggu industri automotif nasional yang sudah ada. Platform mobnas yang tengah disusun nantinya akan menciptakan pasar sendiri.

“Akhir tahun depan sudah keluar prototipenya. Kita mau akhir 2014 sudah ada yang memproduksi. Platformnya kita standarkan, sehingga nanti potensi ini tidak berantem sendiri sehingga kita bisa menumbuhkan mereka,” kata Erzi seusai pembukaan “Pameran dan Seminar Industri Permesinan dan Alat Transportasi” di Kemenperin, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pertimbangan utama dari penyusunan platform itu adalah hemat energi serta mempunyai banyak turunan produk. Namun, Erzi mengaku belum bisa membeberkan apa jenis bahan bakar yang akan digunakan oleh mobnas mengacu pada platform tersebut.

Terkait kandungan lokal, pihaknya akan memulai dari angka 40% sesuai dengan target dari Kemenperin. Selain itu, kata dia, mesinnya juga di bawah 1.000 cc. Pemerintah menginginkan adanya lokalisasi mesin, atau kemampuan nasional untuk membuat mesin bagi mobnas tersebut.

Menurut dia, BPPT mengembangkan mesin berkapasitas 650 cc. Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi menambahkan, adanya kesamaan platform akan menekan biaya produksi. Tanpa kesamaan platform, komponen mesin yang bisa diproduksi di dalam negeri malah harus diimpor dengan bea masuk yang cukup tinggi.

“Akibat platform yang belum terfokus, varian produk principal lokal sangat banyak, sedangkan desain dan kapasitas mesin yang dihasilkan berbeda- beda,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dasep Ahmadi mengatakan, pihaknya dan para principal mobil lokal juga telah membentuk sebuah tim kerja guna membahas platform mobnas tersebut.

Terlepas dari itu, mengenai perkembangan pasar automotif nasional, Budi Darmadi mengatakan bahwa hingga akhir tahun ini kemungkinan penjualan belum bisa menembus angka 1 juta unit.

Hal itu berbeda dengan proyeksi para principal yang cukup yakin angka penjualan 1 juta unit bisa dilampaui akhir tahun ini. Menurut Budi, proyeksi pemerintah memang lebih moderat yakni hanya mencapai sekitar 940.000 unit hingga akhir tahun nanti. “Prediksi kami 1 juta unit itu pada tahun depan. Tapi kalau tahun ini bisa tercapai alhamdulillah,” kata Budi.

Kemenperin menurutnya memprediksi pasar mobil akan naik hingga 10% pada tahun depan. Hal itu didasari adanya penambahan kapasitas produksi dari pabrik-pabrik baru yang sudah selesai dibangun, seperti Daihatsu di Karawang. Selain itu, pendapatan per kapita yang diperkirakan mencapai USD4.200 juga akan mendorong daya beli masyarakat untuk membeli mobil.

“Sekarang ini tidak bisa cepat karena pabrik-pabrik itu sudah lembur. Akhir tahun depan sudah jadi. Fasilitas sudah ada yang jadi, jadi naik. Sekarang 24 jam,” ucapnya.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan, pasar mobil nasional pada tahun depan akan mengalami kenaikan sekitar 5% dari realisasi tahun ini yang juga diperkirakan akan menembus 1 juta unit.

Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi mengatakan, asumsi itu dipengaruhi oleh banyak faktor,terutama pertumbuhan ekonomi nasional. “Pertumbuhan per kapita akan terus naik.Dengan pertumbuhan per kapita, daya beli kendaraan tumbuh pesat,” tuturnya.


(gpr)

views: 1.341x
shadow