Sektor Riil

Bangun pabrik, Jotun investasi USD30 juta

Rabu,  10 Oktober 2012  −  17:27 WIB
Bangun pabrik, Jotun investasi USD30 juta
Ilustrasi

Sindonews.com - Produsen cat, PT JOTUN Indonesia menambah investasi sebesar USD30 juta untuk ekspansi hingga tiga tahun ke depan. Dana tersebut untuk membangun infrastruktur yang terpusat di Cibitung, Bogor.

Area Sales Manager JOTUN Indonesia Victor Taslim mengatakan, pembangunan tersebut demi mencapai target produksi 100 juta liter per tahun. Saat ini, produksi baru mencapai 30-40 juta liter per tahun.

"Kami akan melakukan ekspansi kedepannya," ujar Victor usai peluncuran produk Jotashield AntiFade dan New Jotaroof di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Dia mengatakan, dua produk cat dekoratif yang baru diluncurkan perusahaan akan memperkuat produk premium yang menjadi fokus penjualan Jotun. Pangsa pasar produk premium nasional saat ini mencapai 25 persen dari Rp4 triliun.

Sementara, Jotun menargetkan bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp200 miliar selama setahun ke depan. "Produk baru kami akan meraih Rp200 miliar hingga tahun depan," ujar Victor.

Terkait dana pembangunan infrastruktur di Cibitung, dia menuturkan, akan menggunakan dana internal dari kantor pusatnya di Norwegia. Perusahaan saat ini sedang membuat desain untuk gudang, perkantoran, dan pabrik dengan tim dari Norwegia. Sedangkan pembangunan baru dimulai tahun depan.

Jotun juga menargetkan akan menjadi pemimpin pasar dalam produk cat dekoratif premium nasional. Untuk itu dia menargetkan akan membangun 650 agen resmi pada akhir tahun ini. "Kami targetkan akan mempunyai 1.000 agen pada 2.015," ujar Victor.

Sementara itu, daya konsumsi cat di Indonesia masih sekitar 1,1 liter per kapita. Hal ini masih jauh tertinggal dari pemakaian cat di Malaysia sebanyak 5 liter per kapita atau Singapura sebanyak 20-30 liter per kapita.

Dia mengharapkan terjadi pertumbuhan 20 persen per tahun. "Pertumbuhan kelas menengah baru mengalami kenaikan akhir-akhir ini," ujar Victor.

Victor juga menjelaskan bahwa pasar cat premium nasional terus tumbuh. Saat ini Jotun masih mengandalkan pasar ritel daripada pasar industri. Pasar terbesar saat ini datang dari wilayah Sumatera dan Jawa sebanyak 65 persen. Jotun baru saja ikut serta dalam proyek untuk airport dan Menara Bank di Pekanbaru.

 

 


(rna)

views: 979x
shadow