Sektor Riil

2013, pembangunan bandara baru Toraja dimulai

Senin,  22 Oktober 2012  −  16:35 WIB
2013, pembangunan bandara baru Toraja dimulai
Ilustrasi

Sindonews.com - Tahapan konstruksi pembangunan bandara baru bertaraf internasional di kecamatan Mengkendek kabupaten Tana Toraja akan dimulai tahun 2013.

Hal itu diungkapkan kepala dinas perhubungan Sulawesi Selatan, Masykur Sulthan di lokasi Pertemuan Raya (Praya) IX Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT), Senin(22/10/2012).

Masykur Sulthan mengatakan pada tahun 2012, anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk pembangunan bandara baru Toraja sebesar Rp50 miliar. Saat ini, pembangunan bandara masih dalam tahap pembukaan akses jalan dan pematangan lahan dan akan dilanjutkan pada tahun 2013.

Topografi lokasi pembangunan bandara berupa pegunungan dan perbukitan akan diratakan tentunya membutuhkan waktu lama serta biaya yang besar.

Di tahun 2013, secara pararel juga akan dimulai tahapan konstruksi pembangunan bandara bersamaan dengan lanjutan pematangan lahan. Kondisi tanah dasar di lokasi pembangunan bandara baru Toraja yang struktur kekerasannya sudah pada tingkat CBR 7 dinilai sudah layak untuk konstruksi bandara.

Kegiatan lanjutan pematangan lahan dan konstruksi bandara tahun 2013, pemerintah akan mengalokasikan dana sekitar Rp150 miliar. “Sambil kegiatan lanjutan pematangan lahan dilaksanakan, tahapan konstruksi bandara juga akan dimulai tahun depan,” kata Masykur.

Pembangunan bandara baru bertaraf internasional di Toraja, lanjut Masykur, diperkirakan akan membutuhkan anggaran sekitar Rp700 miliar. Anggaran tersebut belum termasuk biaya pembebasan tanah, pembangunan akses jalan dan kawasan new heritage di sekitar lokasi bandara.

Meski begitu, dirinya enggan berspekulasi target waktu pembangunan bandara baru Toraja selesai. “Semua pihak menginginkan pembangunan bandara baru Toraja harus cepat selesai,” jelasnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya saat pembukaan Praya IX PPGT menyatakan bandara baru bertaraf internasional yang dibangun di kecamatan Mengkendek akan mendukung pariwisata Toraja.

Bandara tersebut nantinya bisa didarati pesawat berbadan lebar. Dengan begitu, wisatawan dari berbagai negara seperti Kanada, Belanda, Amerika, Asia dan negara lainnya akan langsung memarkir pesawatnya di Toraja.

“Dengan adanya bandara bertaraf internasional, Toraja boleh dinikmati oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia. Pesawat berbadan lebar akan bisa langsung mendarat di Toraja tanpa perlu transit lagi,” kata Syahrul.

Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi menyatakan bandara baru bertaraf internasional merupakan kebutuhan mendesak daerah dan masyarakat Toraja. Keberadaan bandara baru tersebut diyakini akan mampu meningkatkan sektor pariwisata Toraja yang sudah dikenal di seluruh dunia.

Salah satu kendala yang kini dihadapi dalam mengembangkan pariwisata Toraja, jarak tempuh perjalanan menggunakan transportasi darat dari Makassar ke Toraja butuh waktu sekitar delapan jam. Bandara baru tersebut nantinya bisa memperpendek jarak tempuh perjalanan para wisatawan yang akan datang ke Toraja.

“Diharapkan dukungan semua pihak untuk lanjutan pembangunan bandara baru bertaraf internasional agar segera cepat selesai,” tandasnya.


(gpr)

views: 3.721x
shadow