Sektor Riil

Curah hujan tinggi, petani Muaraenim mengeluh

Senin,  22 Oktober 2012  −  18:31 WIB
Curah hujan tinggi, petani Muaraenim mengeluh
Ilustrasi

Sindonews.com - Sejumlah petani kacang panjang di Kabupaten Muaraenim khawatir. Pasalnya, tingginya intensitas curah hujan dalam berapa hari terakhir dapat membuat lahan sayur mayur tergenang air.

"Kalau hujan terus begini, saya khawatir kebun kacang saya terendam. Sebab, kalau sudah penuh air kacang panjang saya, tidak bisa di panen," ujar petani kacang panjang di Desa Karang Raja Kecamatan Muaraenim Sutarda, di Muaraenim, Sumatera Selatan, Senin (22/10/2012).

Menurutnya, kacang panjang merupakan jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Namun, kelembaban tanah juga harus tetap terjaga. Selain itu, kacang panjang juga relatif mudah dalam perawatannya. Untuk setiap satu petak tanah, kata dia, dirinya mampu panen sebanyak 10 Kilogram kacang panjang per hari.

"Di musim kering, tanaman kacang panjang ini relatif menjanjikan. Sebab, tidak butuh banyak air," ungkapnya.

Petani lainnya Erwanto menuturkan, sejak memasuki musim kemarau lalu, dirinya memanfaatkan lahan sawah tadah hujannya untuk ditanami kacang panjang. Bahkan, selama   dua bulan terakhir, hasil panennya cukup maksimal. Kegagalan hasil panen hanya sekitar 20 persen saja.

“Akhir-akhir ini hujan sudah mulai tinggi. Mungkin, kalau sawah sudah mulai tergenang saya akan ganti dengan tanaman padi, daripada merugi," ucap dia

Menurut dia, curah hujan tinggi dapat membuat kacang panjang gagal panen. Sebab, kacang bisa layu dan membusuk.

Diakuinya, jika hasil panennya menurun maka dirinya akan membeli hasil panen dari petani lain guna memenuhi langganannnya yang ada di pasar Muaraenim dan Tanajung Enim saat ini.

"Untuk beberapa waktu ini, saya masih harus memenuhi permintaan pasar dulu. Nanti, baru saya fokus ke padi lagi," ucapnya.


(gpr)

views: 977x
shadow