Sektor Riil

Sekolah pelayaran di Aceh Besar diresmikan

Jum'at,  23 November 2012  −  17:18 WIB
Sekolah pelayaran di Aceh Besar diresmikan
Ilustrasi

Sindonews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan pembangunan tahap ketiga sekolah pelayaran Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, pembangunan BP2IP Malahayati ini adalah sekolah pelayaran pertama yang dibangun pemerintah di Pulau Sumatra. Alasan memilih Aceh, menurut dia, provinsi ini berada di kawasan yang strategis, yaitu berdekatan dengan Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

"Selain itu kebutuhan tenaga pelaut di Indonesia saat ini sangat meningkat disebabkan perkembangan industri pelayaran nasional yang terus berkembang," kata Mangindaan dalam sambutannya usai meresmikan BP2IP Malahayati Aceh, Jumat (23/11/2012).

Dia menjelaskan, dari sekolah pelayaran baik swasta maupun yang dikelola pemerintah saat ini, setiap tahunnya baru mencetak 1.500 perwira pelaut. Padahal, kebutuhan tenaga pelaut yang berpendidikan internasional, di dalam negeri saja sebanyak 7.000 perwira pelaut setiap tahunnya.

"Tingginya kebutuhan pelaut adalah dampak dari industri pelayaran yang makin besar, selain itu disebabkan oleh asas cabotage, yaitu muatan dalam negeri harus diangkut kapal berbendara Indonesia," bebernya.

Dia menambahkan, berdasarkan data asosiasi perusahaan kapal nasional (INSA) hingga 2011 pelayaran nasional memiliki 11.300 unit kapal, dengan kapasitas muatan armada kapal sebanyak 14,52 juta gross ton. Jumlah ini, lanjutnya, meningkat 78,5 persen dibandingkan 2005 lalu.

"Untuk itu kita kita butuh pelaut yang berwawasan, seluruh peralatan harus dipenuhi, dengan kebutuhan dalam negeri dipenuhi, dan bisa dikirim ke luar negeri akan memberi kontribusi kedalam negeri dengan memberikan devisa," lanjut Mangindaan.


(rna)

views: 2.120x
shadow