Sektor Riil

60% pembiayaan syariah garap sektor produktif

Kamis,  6 Desember 2012  −  16:40 WIB
60% pembiayaan syariah garap sektor produktif
Ilustrasi

Sindonews.com - Sekitar 60 persen pembiayaan perbankan syariah di Jawa Barat menggarap sektor produktif dengan sasaran utama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah VI Jabar dan Banten Lucky Fathul Aziz Hadibrata menjelaskan, sampai bulan November 2012 nilai pembiayaan perbankan syariah di Jabar mencapai Rp14,9 triliun. Tumbuh sekitar 39,86 persen daripada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut, melampaui target yang diharapkan tumbuh pada tahun 2012 sebesar 25 persen.
 
“Dari total pembiayaan syariah, sekitar 60 persennya masuk pada sektor produktif yaitu menyasar pelaku UMKM di Jabar,” jelas Lucky Fathul Aziz Hadibrata seusai pembukaan Sharia Exspo di Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (6/12/2012).

Segmentasi pada sektor produktif menunjukkan adanya ekspansi positif perbankan syariah. Diakui Lukcy, ekspansi perbankan syariah pada pelaku UMKM di tahun 2012 cukup baik.

Bank Indonesia mencatat, ada beberapa perbankan syariah di Jabar yang menggarap segmen mikro sampai titik akar rumput. Upaya tersebut, lanjut Lucky, cukup posotif di tengah kebutuhan masyarakat akan modal usaha.
 
Ekspansi besar besaran perbankan syariah pada sektor UMKM, tetap menjaga rasio kredit macet atau non performing finance (NPF) di posisi 2,5 persen.

Walaupun, lanjut Lucky, beberapa periode sebelumnya rasio kredit macet perbankan syariah sampai pada batas kritis. “Tapi sudah ada upaya nyata dari perbankan, untuk mengurangurangi NPF. Sehingga saat ini nilainya bisa ditekan pada angka 2,5 persen,” pungkas pejabat yang segera pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu.


(gpr)

views: 910x
shadow