Ekonomi Dunia

Krisis daging sapi Indonesia mengkhawatirkan

Minggu,  23 Desember 2012  −  17:16 WIB
Krisis daging sapi Indonesia mengkhawatirkan
Ilustrasi

Sindonews.com - Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang saat ini Indonesia sedang mengalami krisis daging sapi. Hal itu menyebabkan terjadinya kasus daging sapi oplosan yang marak.

Menurutnya, krisis daging terjadi karena keran impor yang dibatasi oleh pemerintah dengan semangat melakukan swasembada sapi pada tahun 2014. Namun dia menyesalkan belum adanya kesiapan pemerintah menuju arah itu sehingga yang terjadi saat ini, perekonomian rakyat justru terhambat.

Efeknya, kata dia, dengan adanya pembatasan tersebut menyebabkan pelaku bisnis baso melakukan hal negatif.

"Berapa banyak penjual bakso yang terpaksa tutup karena langkanya daging sapi. Kalaupun ada harganya sangat tinggi. Saat ini sudah masuk dalam area krisis daging sejak kebijakan pemerintah mengurangi impor daging sapi dari 100.000 ton menjadi hanya 34.000 ton," kata Sarman di Cimanggis Square, Depok, Minggu (23/12/12).

Menurutnya, saat ini pemerintah belum siap melakukan swasembada sapi karena belum ada peternak yang mampu menyuplai kebutuhan daging sapi yang mencapai 2.000 ekor sapi per hari. Dia menuding pemerintah memberikan data tidak valid dengan mengklaim mampu menyokong kebutuhan daging sapi.

"Sapi-sapi lokal yang ada saat ini masih milik masyarakat, bukan industri. Artinya, maayarakat baru menjual sapi jika memiliki kebutuhan mendadak. Seperti janji pemerintah yang akan mengirim 5.000 ekor sapi dari Nusa Tenggara Barat. Setelah kami cek ternyata sapi itu milik 4.000 warga, bukan industri," tegasnya.


(gpr)

views: 985x
shadow