Sektor Riil

Harga daging sapi Indonesia tertinggi di dunia

Senin,  24 Desember 2012  −  09:15 WIB
Harga daging sapi Indonesia tertinggi di dunia
Ilustrasi

Sindonews.com - Indonesia merupakan negara dengan harga penjualan daging sapi tertinggi di dunia. Saat ini, harga daging sapi di pasaran dijual hingga Rp95 ribu per kilogram (kg), bahkan sempat tembus ke harga Rp120 ribu.

Padahal, di negara lain masih dibawah Rp70 ribu per kg. Hal itu memicu oknum nakal mengoplos daging sapi dengan daging babi. "Harga daging sapi Indonesia tertinggi. Di negara lain, dijual dengan harga dibawah Rp70 ribu per kilogram," kata Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang saat acara kampanye Gerakan Aku Bangga Pakai Produk Indonesia di Depok, Senin (24/12/2012).

Untuk itu, dia meminta kuota khusus daging sapi impor hingga 50 ribu ton per tahun. Setidaknya untuk kawasan Jakarta, ada 17 ribu penjual bakso yang membutuhkan daging sapi. Ditambah dari sektor hotel, restoran dan karaoke yang mencapai 5.700 unit usaha.

Secara total, Jakarta memerlukan antara 1.000-1.500 ton atau 2.000 ekor sapi per hari. "Yang terjadi saat ini, keran impor dikurangi, namun peternak lokal tak mampu memenuhi kebutuhan," sesalnya.

Dia menjelaskan, 80 persen daging sapi impor diserap di kawasan Jabodetabek karena tidak memiliki peternakan sendiri. Berbeda dengan daerah lain, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Saat ini, daerah-daerah itu melarang sapi-sapinya keluar daerah. "Kalau tidak impor, lalu kita mau memenuhi daging sapi darimana?" tanya dia.

Menurut Sarman, Indonesia belum mampu melakukan swasembada sapi karena belum ada peternak yang mampu menyuplai kebutuhan daging sapi yang mencapai 2.000 ekor sapi per hari. Sapi-sapi yang ada saat ini masih dimiliki oleh masyarakat, bukan secara industri. Masyarakat baru menjual ternaknya jika ada kebutuhan mendesak.

"Sedangkan pelaku usaha tidak mungkin menunggu. Hal itu karena kebutuhan daging tiap hari sangat tinggi," tegasnya.

Dia mencontohkan, pemerintah berjanji mengirim 5.000 ekor sapi dari Nusa Tenggara Barat. Setelah dicek ternyata sapi itu milik 4.000 warga, bukan industri. "Bagaimana mengumpulkan ribuan sapi itu dari rumah-rumah warga. Lain halnya jika sapi-sapi itu sudah terkumpul dalam peternak besar," tuturnya.



(rna)

views: 3.142x
shadow