Ekonomi Dunia

Inflasi Vietnam terendah dalam delapan bulan

Jum'at,  24 Mei 2013  −  14:39 WIB
Inflasi Vietnam terendah dalam delapan bulan
Ilustrasi

Sindonews.com - Inflasi Vietnam melambat ke kecepatan terlemah dalam delapan bulan pada Mei 2013, sebagai tanda baru bahwa ekonomi komunis itu lari dari pendinginan.

Kantor Statistik Vietnam mengatakan, harga konsumen naik 6,36 persen year-on-year (yoy) pada Mei, sedikit turun dari kenaikan 6,61 persen dalam laporan April.

Ekonom menilai perlambatan inflasi ke masa lalu sebagai pengetatan kebijakan moneter dan melemahnya permintaan dari konsumen dalam negeri.

Seperti diketahui, Vietnam sedang berjuang dengan sejumlah kesengsaraan ekonomi, termasuk lemahnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), permintaan domestik lamban, sektor perbankan terbebani tingginya tingkat utang dan rekor jumlah kebangkrutan.

"Ada risiko besar tekanan inflasi dan perkembangan makro ekonomi tidak stabil. Kredit macet tetap pada tingkat tinggi, sementara sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan pinjaman," kata pemerintah Vietnam dalam sebuah laporan kepada Majelis Nasional, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (24/5/2013).

Pada 2011, Vietnam berulang kali menaikkan suku bunga untuk mencegah ekonomi dari overheating dan mengendalikan inflasi dua digit, tetapi dengan melemahnya otoritas ekonomi tahun lalu melanjutkan upaya-upaya stimulus.

Vietnam memangkas suku bunga pada Mei untuk kedelapan kalinya dalam lebih dari satu tahun, sebagai upaya memacu pinjaman bank dan meningkatkan konsumsi setelah pertumbuhan ekonomi jatuh ke level terendah dalam 13 tahun dari 5,03 persen pada 2012.

PDB negara itu pada kuartal pertama tahun ini tumbuh sebesar 4,89 persen dari tahun sebelumnya, di bawah ekspektasi dan mendorong pemerintah mengakui kekurangan dan kelemahan dalam perekonomian.


(dmd)

views: 1.438x
shadow