Makro

BMN Polri capai Rp12,47 triliun

Rabu,  27 Maret 2013  −  10:29 WIB
BMN Polri capai Rp12,47 triliun
Ilustrasi/Ist

Sindonews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan Status Barang Milik Negara (BMN) pada Kepolisian Republik Indonesia. Penetapan Status Penggunaan (PSP) BMN di Kepolisian Indonesia, mencapai sebesar Rp12,477 triliun.

"PSP BMN ini merupakan agenda kerja percepatan pencapaian target utilitis BMN 2013 berdasarkan koordinasi antara DJKN dengan Markas Besar Kepolisian RI dengan memperhatikan kesepakatan bersama antara DJKN dengan staff sarana dan prasarana kepolisian RI pada 8 Maret 2012," demikian dikutip dari siaran pers Kemenkeu, Jakarta, Selasa (26/3/2012).

Kesepakatan tersebut mencakup antara lain, percepatan PSP, pemanfaatan, pemindahtanganan, dan penghapusan BMN dengan maksud dan tujuan meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang lebih komprehensif sebagai upaya mewujudkan pengelolaan BMN yang tertib dan akurat.

PSP BMN tersebut terdiri dari tanah dan/atau bangunan serta kendaraan yang tersebar di beberapa lokasi antara lain di badan narkotika nasional (BNN), laboratiorum dan klinik odontologi kepolisian (LKOK) Pusat kedokteran dan kesehatan Polri, kepolisian daerah Kalimantan Tengah.

Selain itu, akademi kepolisian, satuan II pelopor Kobrimob, pusat pendidikan watukosek Jawa Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), satuan Gegana Polri, Direktorat Kepolisian Baharkam Polri, dan lain-lain.

Setelah ditetapkan, kepolisian RI dapat melakukan pemindahtanganan kepada pihak lain setelah mendapat persetujuan pengelola barang sesuai ketentuan peraturan perundangan.

"Kepolisian RI wajib melakukan pengamanan dan pemeliharaan serta melakukan monitoring dan evaluasi atas optimalisasi penggunaan BMN," kutip Siaran pers tersebut.


(gpr)

views: 640x
shadow