alexa snippet

APMI kembali sweeping empat TV kabel

APMI kembali sweeping empat TV kabel
Ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Langkah penertiban hukum redistribusi siaran secara ilegal oleh perusahaan televisi (TV) kabel di daerah terus digencarkan Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI).

Belum lama ini, Kepulauan Riau dan Papua menjadi target wilayah aksi law enforcement melawan aksi pembajakan siaran yang dilakukan empat TV kabel, satu untuk daerah Batam dan tiga lainnya di wilayah Serui.

Operasi penertiban dilakukan APMI bekerja sama dengan aparat penegak hukum yaitu Kepolisian dari kedua wilayah tersebut. Legal Coordinator APMI, Handiomono mengatakan upaya hukum ini ditempuh APMI secara serius untuk memberantas praktik pembajakan siaran oleh operator-operator TV kabel di berbagai daerah.

Menurutnya, APMI tidak pernah berhenti melakukan langkah penertiban hukum bagi perusahaan TV kabel yang melakukan redistribusi siaran tanpa izin resmi pemegang hak siar.

"Sudah ada empat TV kabel diantaranya, satu di Batam dan tiga di Serui. Keempatnya secara jelas dan terbukti melakukan pelanggaran pembajakan pada saat APMI dan kepolisian melakukan sweeping. APMI pun akan mengawal proses pelanggaran hukum dari keempatnya sampai proses persidangan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Dia menuturkan, setelah berkordinasi dengan Polres Barelang, Batam pada awal April lalu berhasil melakukan sweeping terhadap PT Mackianos Network di dua lokasi berbeda. Yaitu kawasan Apartemen Nagoya Mansion dan sekitar Komplek Mall Jodoh Marina, Batam.

Hasil penulusuran dari dua kantor operasional Mackianos Network disinyalir telah melakukan redistribusi channel olah raga Barclays Premier League (BPL) atau liga utama sepak bola Inggris ke lima ribu pelanggan.

Berbeda dengan Batam, aksi sweeping dari tim APMI dengan Kepolisian Sektor Kepulauan Yapen, Papua menjaring tiga operator TV kabel yang telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyiarkan sejumlah konten siaran tanpa memiliki izin atau pun kontrak kerja sama dengan pemilik hak siar yang sah.

Ketiganya terdiri atas KPR Vision dengan pemilik bernama Yusran, Abadi Vision di bawah kepemilikan Sugito serta Langgeng Vision dengan tersangka Warjono. Melalui tiga kantor operasional TV kabel tadi telah ditemukan sejumlah barang bukti berupa peralatan yang dipakai operator untuk melakukan redistribusi siaran.

Melalui bukti-bukti itu, telah diketahui bahwa operator-operator tersebut  secara jelas melakukan redistribusi siaran pertandingan BPL tanpa izin pemilik hak siar yang sah, dalam hal ini PT MNC Sky Vision Tbk selaku pemegang merek televisi berlangganan Indovision.

dibaca 2.032x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top