Makro

Inflasi 2014 diprediksi lebih rendah dari 2013

Sabtu,  27 April 2013  −  11:49 WIB
Inflasi 2014 diprediksi lebih rendah dari 2013
Ilustrasi/ist

Sindonews.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, jika kebijakan terkait dengan bahan bakar minyak (BBM) bisa dipercepat, maka tahun depan inflasi dapat mereda.

"Inflasi tahun depan normal," ujarnya seperti dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Sabtu (27/4/2013).

Menurutnya, imbas penerapan kebijakan BBM subsidi tidak akan lama jika segera diterapkan. Hal ini disebabkan inflasi BBM sifatnya hanya sementara. "Inflasi BBM hanya sesaat, jadi enggak akan terus terjadi," ujarnya.

Hal lain yang menyebabkan dampak inflasi hanya sementara, lanjut Bambang, karena kendaraan pengangkut barang tidak mengkonsumsi BBM non Subsidi. "Kita tahu angkutan saat ini enggak terkena kenaikan BBM, kalau dulu ya, kecuali yang masih pelat hitam," jelas dia.

Dengan demikian, lanjut Bambang, inflasi pada tahun depan berpeluang mereda dan diprediksi lebih rendah dari 2013. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan inflasi untuk 2013 sebesar 4,9 persen. Sementara, secara kumulatif inflasi dari Januari-Maret mencapai 1,78 persen.


(izz)

views: 602x
shadow