Sektor Riil

Kenaikan harga BBM simpang siur buat pedagang resah

Minggu,  5 Mei 2013  −  10:52 WIB
Kenaikan harga BBM simpang siur buat pedagang resah
Ilustrasi

Sindonews.com - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berhembus kencang belakangan ini, membuat para pedagang kebutuhan bahan pokok di Jakarta Timur (Jaktim) resah. Pasalnya, kabar kenaikan tersebut masih simpang siur dan belum ada kepastian.

Atas dasar itu, pedagang meminta pemerintah segera mengakhiri isu tersebut dan memastikan naik atau tidaknya harga BBM.

"Kalau mau naik, pastikan, jangan isu saja. Pedagang nggak ada masalah BBM naik, asal ada kejelasan dan kepastian biar harga di pasaran bisa seragam," kata pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Anas (46), Minggu (5/5/2013).
 
Menurut Anas, kenaikan harga BBM diperkirakan hanya akan berdampak sementara terhadap harga bahan pokok. Namun, jika dibiarkan terus berkembang, pedagang khawatir isu ini bakal dimanfaatkan para spekulan.
 
"Seperti kemarin, ketika ada isu kenaikan BBM akan diumumkan pada 1 Mei (2013), ada cukong yang nahan solar. Akibatnya, distribusi barang, seperti bawang putih jadi tersendat dan memicu kenaikan harga, walaupun cuma Rp50 ribu per kilogram," ungkapnya.
 
Dia membeberkan, harga bawah merah dan bawang putih yang naik hingga Rp50 ribu per kilogram (kg) beberapa waktu lalu tidak terlalu berdampak pada daya beli. Pasalnya, masyarakat sebelumnya  telah mendapatkan kepastian kenaikan harga tersebut.
 
"Jadi harga berapapun, asal ada kepastian, tidak terlalu berpengaruh sama pedagang," tegas Anas.


(rna)

views: 1.784x
shadow