Sektor Riil

Ini lima alasan PPP dukung kenaikan harga BBM

Selasa,  4 Juni 2013  −  10:34 WIB
Ini lima alasan PPP dukung kenaikan harga BBM
ilustrasi/ist
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, M Romahurmuziy mengatakan, demi kemaslahatan anak cucu, maka harga BBM bersubsidi harus lebih rasional.

"Jadi, mengapa BBM bersubsidi harus dirasionalisir naik dengan atau tanpa kompensasi, ada beberapa alasan," ujar pria yang akrab disapa Romi ini, Selasa (4/5/2013).

Romi mengungkapkan alasan partainya mendukung kenaikan BBM. Pertama, harga BBM bersubdisi Rp4.500 terlalu murah, jauh berbeda dengan harga BBM industri yang mencapai Rp9.300.

"Harga BBM Indonesia juga termurah, di kawasan ASEAN. Bandingkan Rp4.500 di Indonesia (Ron 90), misalnya dengan Vietnam (Ron 92) Rp15.553, Laos Rp13.396, Kamboja Rp13.298, Myanmar RP10.340. Harga BBM bersubsidi Indonesia ini adalah yang termurah di dunia untuk ukuran negara net importir," jelasnya.

Menurutnya, dengan harga yagn murah itu, merangsang tindakan penyelundupan, baik kepada sektor industri/pertambangan maupun penyelundupan ke luar negeri.

"Bukti nyata, dugaan penimbunan dan penyelundupan BBM oleh seorang oknum polisi di Papua. Jika seorang oknum Aiptu saja demikian, bukankah besar kemungkin banyak lagi oknum lainnya," ujar dia.

Bukti lain, kata Romi, kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan DPR bersama pemerintah setiap tahunnya selalu terlampaui yang berarti pertumbuhan tingkat konsumsi BBM bersubsidi selalu melampaui prediksi pertumbuhan konsumsi berdasarkan jumlah kendaraan. Disinyalir, jebolnya kuota ini karena penyelundupan.

Alasan kedua, harga BBM fosil yang murah, menghambat munculnya energi alternatif. Bahan bakar nabati baik berbasis etanol maupun CPO, tidak bisa bersaing.

Bahan bakar alternatif seperti gas tidak berkesempatan tumbuh karena harganya relatif dekat dengan BBM bersubsidi.


Selanjutnya...
dibaca 1.823x
Halaman 1 dari 2
Bagikan artikel ini :
Daftarkan email anda
untuk update berita terkini
Subscribe
shadow